Catch Me If You Dare

Catch Me If You Dare

  • WpView
    Reads 99,762
  • WpVote
    Votes 352
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 17, 2017
“a—aku su—suka ka—kamu, maukah kamu jadi pacar—“ Zeta berhenti bicara ketika matanya melihat dengan jelas muka cowok yang berada di depannya dan membuatnya menarik nafas keras, Zeta juga masih bisa mendengar suara terkesiap dari ketiga sahabatnya. Zeta ingin bumi menelannya saja ya tuhan bagaimana ini bisa terjadi, bagaimana mungkin cowok yang kebetulan di depannya ini Aga? Zeta bingung ingin rasanya Zeta mengumpet di balik tanaman disebelahnya, dan yang bikin tambah malu adalah ekspresi Aga yang datar saja sementara dirinya sudah seperti kebakaran jenggot begini. Baca, vote, dan jangan lupa kasih komentar Copyright © 2014 by LaniiAora dilarang mencopy, mengshare dan mempublikasikan cerita tanpa ijin penulis. bukannya sok keren tapi tolong hargai karya para penulis, meskipun cuma menulis di sini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Anak Kecil Ngomongin Cinta?
  • Zenna Story
  • ALAZKA
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • After Summer Rain (TERBIT)

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines