KELUARGA adalah orang atau manusia pertama yang menyambut kedatangan saya untuk pertama kali saat saya di lahirkan ke dunia dan saya tak kenal siapa-siapa kecuali mereka. KELUARGA bisa menerima saya apa adanya sejak saya dilahirkan dimuka bumi ini, pastinya tidak semua manusia dimuka bumi ini yang dapat menerima saya apa adanya kecuali KELUARGA saya sendiri. KELUARGA yang sejak dulu dan untuk pertama kalinya mereka menerima kehadiran saya di dunia apa adanya.
"KELUARGA, PERSAHABATAN, CINTA, IMPIAN, TAKDIR, REZEKI, adalah satu hal yang paling berpengaruh dalam hidup saya, seperti layaknya Bumi yang berputar pada porosnya, seperti itulah kehidupan yang setiap harinya penuh dengan teka-teki kehidupan, dan keajaiban yang muncul secara tiba-tiba hadir dalam kehidupan. Kehidupan yang mewah tak akan selamanya menjadi mewah, dan yang miskin tak selamanya menjadi miskin, bisa saja roda kehidupannya yang memutar kehidupan mereka, Kehidupan setiap hari berputar mengikuti arah putarnya bumi terhadap matahari dan arah jarum jam, seperti itulah kita yang selalu mengikuti kemana arah arus kehidupan kita berjalan, yang bermula pada KELUARGA yang seperti Matahari selalu menyinari jalan arah kita pergi ketempat tujuan akhir kita yaitu Syurga nya Allah."(Kata-kata saya yang selalu terbesit di dalam hati)
Cerita 1
Kenapa takdir selalu mempermainkanku? Mengapa takdir merenggut orang-orang yang aku sayang? Dulu sahabatku, keluargaku, lalu sekarang kekasihku. Apakah tidak cukup melihatku selalu menderita? Mengapa takdir tak pernah mengizinkanku tuk bahagia?
~~~~~~~~~~~~~~~
"Lo itu punya telinga gak sih? Gue kan udah bilang, pergi dari sini! Jangan pernah lo muncul didepan gue! Gue muak sama lo, pergi gak lo!"
"Lo fikir gue beneran cinta sama lo? Gak akan pernah. Lo itu cuma cewe pelarian gue saat cindy pergi. Sekarang cindy udah datang, jadi mending lo jauh-jauh dari gue. Gak usah muncul didepan gue, ganggu aja lo!"
"Lo bakal nyesel kak, kalo lo tau yang sebenarnya. Gue bakal bawa kak kia pergi jauh dari hidup lo, biar lo puas. Tapi ingat kak, gue gak akan pernah biarin lo ketemu kak kia lagi. Ingat itu kak!"
"Makasih kak, sudah mengenalkan aku seperti apa rasanya dicintai. Dan makasih juga, karna kakak sudah mengenalkan aku seperti apa rasanya sakit hati. Kakak tenang aja, aku bakal pergi kok. Aku pergi bukan karna aku menyerah, tapi aku pergi karna kakak yang memintanya. Terima kasih untuk semuanya kak, semoga kakak bahagia."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Akankah kiara memilih untuk bertahan? Ataukah dia memilih tuk menyerah?
By Inayah Wulaningsih