Pilu Membara Atas Nama Cinta Mengabu

Pilu Membara Atas Nama Cinta Mengabu

  • WpView
    Reads 130,687
  • WpVote
    Votes 10,226
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 12, 2022
[WattysID 2022 Winner] Gama Adi Prasaja hadir. Fokusnya semata-mata melampiaskan bara cinta dengan juta cara sederhana yang dimilikinya. Tetapi, laki-laki tiga perempat sempurna itu pada akhirnya membiarkan cintanya mengabu. Meninggalkan Aruna tanpa penerangan atas segala gelap gulita yang diciptakannya sendiri. Membawa tanggung jawab dan janji tak terpenuhi. Padahal, katanya Gama ingin selamanya dengan Aruna. Terjebak erat Aruna dalam segala buai bualan manisnya. Sukses besar Gama mengekangnya untuk tidak ke mana-mana hanya karena Aruna belum mendapatkan jelas atas hubungan mereka. Barangkali, memang tidak semua tanya ada jawabnya. Tapi Aruna takkan mau menyerah dengan mudah. Aruna harus mengejar penjelasan yang ada di tangan Gama. Sementara Gama, harus berlari sekencang-kencangnya pergi dari Aruna. Pilu yang bersemayam di hati Aruna membara. Sementara cinta yang Gama pelihara, mengabu.... © Juni 2021 by Kansa Airlangga
All Rights Reserved
#20
gama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beauty and the Boss
  • Zainrishya [END]
  • Titik Luka [END]
  • Mantan Ngajak Balikan (Season 1) (Tamat Di Aplikasi Kbm)
  • ALGAR [END]
  • i. Tresno Satya [END]✓
  • Fuchsia
  • ESCOGER : Memilih [COMPLETED]✔️
  • Perfect Butterfly🦋
  • Tingkat Dua

"Bilang kalau kamu mau aku pergi. Bilang kalau kamu nggak suka aku hadir di hidup kamu. Say it if you mean it." - Benara Wijaya Kamuflase cinta. Penorehan luka. Hancurnya kepercayaan untuk bertahan. Kepalsuan dalam sebuah keluarga membuat Aluna Sarasita tidak akrab akan cinta. Sampai seorang lelaki tampan nan mapan yang merupakan pemilik hotel Saint Wijaya tempat mereka dipertemukan, menetap di dunianya bak lentera dalam gulita. Terdengar seperti omong kosong! Bahkan lelaki biasa pun enggan menerima Saras apa adanya. Namun, Benara Wijaya benar-benar berbeda. Saras tahu, menerima Ben adalah sebuah kekeliruan. Sekalipun lelaki itu berupaya meyakinkannya, kehidupan Ben yang sempurna tetap menjadi alasan bagi Saras beranggapan Ben tidak akan pernah memahami kondisinya. Mereka berbeda. Bak bumi dan langit. Bak hitam dan putih. Saras pun semakin yakin untuk menghapus Ben dari hidupnya. Tanpa peduli harapan yang telah dibangun oleh lelaki itu. Tanpa peduli ada hati yang hancur berkeping-keping karenanya. Lantas, berhasilkah Benara Wijaya membawa Saras pada akhir kisahnya? Mampukah ia menyadarkan Saras bahwa perempuan itu adalah luka sekaligus bahagia terindahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines