Stuck in Pain

Stuck in Pain

  • WpView
    Reads 12,128
  • WpVote
    Votes 336
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 19, 2022
Siapa yang bisa tahu cinta itu jatuh ke tangan siapa. Misteri yang tidak bisa diduga sembarangan oleh manusia. Entah nasibnya memang menetap, atau meninggalkan, kodratnya cinta itu indah. Jika pilu yang dirasakan, mestinya lepaskan saja. Itu bukan lagi jatuh cinta, tapi jatuh ke jurang. Terjebak bersama cinta dan sakit secara bersamaan tak bisa terhindarkan lagi. Dan itulah yang harus dirasakan Orion Grissham Burton. Pria menyenangkan, yang ternyata tidak mampu senang tanpa keberadaan Shela Aghata Oxley. Wanita pujaan, impian, bahkan seperti napasnya sendiri. "Shela, aku akan menjadikan kau ratu dalam hidupku." -Orion Grissham Burton. "Orion, kau tau jawabanku apa." -Shela Aghata Oxley.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FANÀTICO | MANURIOS (RE-PUBLISH)
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • The Last Goodbye
  • Perfect Love
  • Melt Her Heart (TAMAT)
  • Nine Problems (END)
  • RELUCTANTLY YOURS
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • TEPI EMOSI (End)

[RE-PUBLISH] Axel dan Vanilla adalah dua jiwa yang terjebak dalam dinamika cinta yang rumit. Hubungan mereka lahir di tengah ketidakpastian, terus-menerus diuji oleh penghakiman orang lain dan rasa bersalah yang mengintai di setiap sudut. Ini adalah kisah tentang memilih: mengikuti insting hati atau bertahan demi sebuah reputasi. Axel, dengan pesonanya yang tak terbantahkan, selalu memiliki cara untuk menarik Vanilla mendekat-menawarkan janji akan kesenangan dan kebahagiaan yang bisa mereka rengkuh bersama. Di sisi lain, Vanilla berdiri di atas prinsipnya. Ia berusaha mati-matian mempertahankan martabatnya, meski jauh di lubuk hati, pertahanannya perlahan runtuh oleh setiap perhatian kecil yang Axel berikan. Setiap pertemuan adalah tarik-menarik yang berbahaya. Setiap percakapan adalah dilema. "Kita punya kesempatan," kata Axel sambil menekan tubuhnya lebih dekat, membuat jantung Vanilla berdebar semakin tak terkendali. "Kesempatan apa yang Kak Axel maksud?" tanyanya kebingungan, dengan nada yang sedikit bergetar. Axel semakin menunduk. Tangannya bergerak menyelipkan helai rambut Vanilla ke belakang telinga. "A chance to start a relationship," jawabnya dengan suara rendah, menahan tangan Vanilla yang berusaha menyingkir dari sentuhannya. "I know you feel the same way, Vanilla." Vanilla terpaku, tubuhnya mendingin sekaligus memanas. Ia sadar, begitu ia mengiyakan, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines