Time-Lag

Time-Lag

  • WpView
    Reads 1,718
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 28, 2022
"Katanya, kalau lo ngerasa dunia lo runtuh, sebenarnya yang runtuh itu cuma ekspektasi lo." Si perfeksionis Sahara Arin gagal dalam SNMPTN 2018, juga terancam tidak bisa kuliah karena keadaan keluarganya. Di tengah kegundahan hatinya mempertimbangkan gapyear atas usul Raja, ia menemukan website Time-Lag, tempat berkumpulnya para siswa yang menunda kuliah. Lalu membawanya masuk dalam study club berisi Kala, Djendra, Mas Gun dan Juandra yang punya alasan gapyear tersendiri. Siapa sangka gapyear membuatnya menemukan banyak kisah yang bisa ia jadikan pelajaran hidup? "Lulus sekolah langsung kuliah atau kerja, gak ada yang salah. Hidup kan, selalu memilih."
All Rights Reserved
#9
snmptn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • Don't Talk About Money
  • Nabasthalassa
  • Expectation Of Love (Vrene - Book II)
  • [COMPLETED] Habiskan Jatah Gagalmu
  • Aku Ingin Bercerita
  • ALRIN
  • KKN; Where Were We Before? 1 (True Story)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • We Found Another Love [Completed]

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines