One Luck

One Luck

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 4, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Lucky, menjadi keluarga kedua bagi setiap anggotanya, persahabatan ini terjalin baik, setidaknya sebelum masalah menghampiri hubungan persahabatan itu, saling terjebak oleh rasa "lebih dari sahabat!" . . . "Perpisahan memanglah menyakitkan, tapi apakah setelah penderitaan itu aku harus berdiri diujung belati yang selalu siap menggores setiap sudut hati ini? Haruskah aku terdiam dalam dekapan hantaman batu yang selalu saja mengeras? Haruskah aku menyembunyikan semua ini dalam diam? Hanya bisa Menatap dalam kata tanpa suara, tanpa ucap dalam kebisuan." - Zia Menjalani Kehidupan penuh luka seakan menjadi keharusan bagi Zia, ayah-bundanya memilih untuk berpisah. tidak mengapa, setidaknya Zia masih punya Lucky. Keberuntungan itu ada dalam setiap garis takdir manusia, Zia percaya hal itu! . . . . . Selamat membaca🤗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • But I'm also tired
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • LUKA
  • Disguise... [END]
  • ★BABY ZION★
  • LENGKARA
  • FLYING BUTTERFLY [On Going]
  • Rumah Sepasang Luka ✓

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines