BEAUTIFUL PAIN

BEAUTIFUL PAIN

  • WpView
    Membaca 51
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 14, 2024
"Hidup adalah hadiah yang indah sekaligus pelajaran yang menyakitkan." Bagas selalu punya cara sendiri dalam memandang dunia. Pemikirannya sedalam samudra. Hatinya seluas angkasa. Dia begitu tenang seperti danau yang tak terjamah namun begitu indah. Penerimaannya begitu baik dan sederhana, bahkan untuk banyak hal yang tidak adil. Azia sama dinginnya seperti hujan. Dia begitu misterius bahkan untuk dirinya sendiri. Tapi alih-alih jatuh, dia justru memilih untuk menjadi seperti mendung yang menggantung di langit. Terlalu takut jatuh pada penerimaan yang tidak sesuai dengan keinginan. Keduanya sama-sama berusaha untuk menyederhanakan hal-hal yang seringkali dipandang rumit. Belajar mengenai ilmu paling tinggi dan susah dipelajari bernama ikhlas. Mencari cara bagaimana agar bisa begitu lapang menerima semua hal yang terjadi. Sekilas tampak biasa dan membosankan, tapi apakah semudah itu menjalankannya? *MURNI KARYA PENULIS, SEGALA JENIS BENTUK PLAGIAT TIDAK DIBENARKAN*
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#596
memories
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senja Yang Sunyi
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • Langit dan Cahayanya
  • VERA DENADIS KEYNA
  • Rainangkasa #2 [END]
  • ELISA & ELVANO [SUDAH TERBIT]
  • KEPERGIAN SENJA
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • FIZYA

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan