When It Rains

When It Rains

  • WpView
    Reads 210
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jun 7, 2021
CERITA MURNI DARI IMAJINASI AUTHOR. JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, TEMPAT, DAN SEMACAMNYA ITU TIDAK DI SENGAJA!! --- Fabricia Ararinda kehidupannya tidak seperti remaja pada umunya. Orang tuanya bercerai dan dia harus ikut bersama dengan ibu juga adiknya yang baru menginjak kelas satu SD. Di usianya yang masih tujuh belas tahun gadis yang di panggil Rici itu harus membantu ibunya bekerja untuk membiayai sekolah dan kehidupan sehari - hari. Tepat di hari pertamanya Rici bersekolah dia mendapatkan teman baru yang membantunya mencari pekerjaan. Rici mendapati majikan yang berwajah dingin dan datar tapi tampan namanya Marshal Almiro Bardolf. Rumahnya berada di samping rumah Rici. Belum sampai Rici mengatakan tujuanya datang kerumah bersama Sifa -- teman barunya Rici sudah membuat ulah dengan menendang batuan krikil sampai mengenai kening Miro yang baru saja keluar dari pintu utama. Langsung lanjutkan ke perpus gays 。◕‿◕。 --- Sedikit cuplikan... "Kalian berdua kalo mau pacaran gak usah ngajak - ngajak gue dengan embel - embel pekerjaan oke. Gue juga cape kalo terus berdiri jadi nyamuk gini mana gak ada yang megangin gue lagi." Rici menendang batu kerikil dengan cukup keras. Tak. "Astaga." pekik Rici ketika tendanganya mulus sekali mengenai seorang lelaki bertubuh tinggi di dekat pintu utama tepat mengenai jidatnya. "Bang Miro." pekik Sifa langsung melepas rengkuhan Mero dan berlari menuju Miro. "Bang Miro gak papa?" Miro tersenyum hangat tanganya mengusap jidat yang sedikit menonjol. "Bukan luka yang serius Sifa, liat tuh Mero mukanya nahan cemburu." Miro menunjuk Mero dengan dagunya. "Sayang sini." Sifa memanggil Mero dengan sebutan sayang supaya tidak marah atas perilaku Sifa barusan. "Rici sini." Rici yang dipanggil meringis menahan malu akan kecelakaan kecil tadi. "Ini Rici bang temen Sifa yang buat jidat abang benjol." kekeh Sifa yang kembali direngkuh pinggang rampingnya oleh Mero. #Nah loh gimana respon Miro ⊙.☉
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • this is me
  • RE-SILIENCE (END)
  • Ada Cinta di Kota Gudeg
  • REYNZI
  • ON SIGHT (Completed)
  • AUZAN!! SELESAI!
  • Jodoh 100%
  • Nerd Love(On Going)
  • Mas! || ThomasKong✔

"Tasya. Kamu mau kan jadi pacarku?" Degg.. "Astaga! Keysa. Kamu kuat, jangan ngerusak semuanya. Dia sahabat kamu. Tahan! Ga boleh nangis!" Ucap Keysa dalam hatinya. Ia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak turun. Keysa berlari menghindari kerumunan itu. Kerumunan dimana Alvaro sedang menyatakan perasaannya kepada Tasya, sahabat Keysa. "Hai, Key!" sapa Ardy yang tiba-tiba muncul dibelakang Keysa. Secepat mungkin Keysa menghapus air matanya yang sempat jatuh. Keysa tidak ingin ada yang mengetahui jika saat ini ia sedang menangis. Keysa membalas sapaan Ardy hanya dengan senyuman. Senyuman palsu! "Eh, Key habis nangis ya?" tanya Ardy khawatir yang melihat mata Keysa sedikit sembab. "Ah. Enggak, Dy. Kelilipan kayaknya. Btw, Lo ngapain disini?" ucap Aletha mengelak. "Gapapa sih. Abisnya disana lagi ada yang seru malah menyendiri disini. Itu Tasya, sahabat lo ditembak sama Varo. Lo kok malah disini sih?" "Hah? Gue malah baru tau. Gimana Tasya terima? Wah bakal ada pasangan baru nih" *** Aletha Keysa! sudah beranjak dewasa. Ia sudah kelas sembilan. Sudah banyak perubahan, namun tidak dengan... *** Apa hayo? yang penasaran langsung baca aja. Maaf kalo g bagus. Jangan dihujat. Oke? Selamat membaca guys!

More details
WpActionLinkContent Guidelines