forest of death

forest of death

  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 13, 2021
Forest of death menceritakan Sekumpulan remaja yang melakukan uji nyali disebuah gedung sekolah yang sudah terbengkalai sejak bertahun tahun lalu. Sebelum masuk ke area sekolah satpam yang berjaga di pos sebrang sekolah memperingati mereka untuk tidak melewati garis batas polisi atau sesuatu yang buruk akan terjadi. "Jangan sampai kalian melewati garis batas polisi atau sesuatu yang buruk akan terjadi". "Bapak masih percaya mitos itu?" "Saya percaya, karna saya melihat nya dengan mata kepala saya sendiri!" "Tapi pak itu sudah bertahun-tahun uang---" "Kalian harus percaya saya jika ingin selamat!!" Salah satu remaja dengan Hoodie hitam segera berdehem, mengkode yang lain nya untuk segera masuk daripada berbasa--basi dengan satpam yang menurut nya agak tidak waras. Gelagat yang aneh, tatapan tajam dan wajah pucat membuat pemuda itu curiga. "Baik pak terimakasih. Kalo begitu kami duluan" "Saya peringatkan, jam 3 pagi kalian sudah harus berada diluar gerbang atau kalian akan keluar dengan sesuatu yang tidak utuh". Tanpa mereka tahu gerbang sekolah itu adalah awal dari semua nya, penderitaan dan kesakitan serta ketakutan yang nanti nya akan mereka hadapi. Bisakah kalian menebak apa yang akan terjadi nanti pada mereka?
All Rights Reserved
#543
na
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Z - Outbreak
  • LION or NASKARA Sang Pengendali Cerita
  • SCREAM
  • Tahun Kabisat (New Version) -End-
  • Di Balik Tirai Merah
  • FOREST OF DEATH | ZEROBASEONE | ON GOING
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • Hotalge High School
  • Enemy To Lovers (Revisi)

Di sebuah pagi berkabut di New York, Hadi, seorang mahasiswa biasa di New York State University, menerima pesan aneh dari ayahnya - seorang peneliti di badan kesehatan dunia. Pesan itu singkat, penuh peringatan samar: "Jangan percaya pada apa yang kau lihat. Jangan ke tempat ramai." Awalnya, Hadi mengabaikannya. Segalanya masih terlihat normal: subway yang melaju lambat, udara dingin kota, hiruk pikuk orang-orang yang terburu-buru. Namun, rasa ganjil mulai merayap saat perjalanan ke kampus terasa berbeda. Wajah-wajah asing di kereta, gerbong yang terlalu sunyi, dan bisikan ketakutan di udara. Saat tiba di kampus, dunia Hadi runtuh. Kampus yang biasanya penuh tawa berubah menjadi ladang maut. Teman-temannya - manusia biasa - berubah menjadi makhluk buas haus darah. Tidak ada peringatan, tidak ada waktu untuk bersiap. Sendirian, dengan hanya keyakinan samar bahwa ayahnya tahu sesuatu tentang apa yang terjadi, Hadi harus bertahan di tengah kekacauan. Di koridor kampus yang sunyi dan lorong gelap, ia harus melawan ketakutan, membuat keputusan cepat, dan bertahan hidup melawan sesuatu yang pernah disebut manusia. Dunia runtuh dalam hitungan jam. Dan di tengah semua itu, satu pertanyaan menghantui Hadi: Apakah ini benar-benar sebuah bencana alamiah, atau ada sesuatu yang lebih mengerikan bersembunyi di balik semua ini? ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines