Most Beautiful Point

Most Beautiful Point

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 22, 2021
"Jangan pernah pergi kalo emang hati lo belum begitu siap, lo boleh sedih tapi nggak untuk berhenti. Lo udah sejauh ini dan lo berhenti Bi? Pengecut" Deg! Kata kata Fadlan bagaikan sebuah panah yang menusuk tepat mengenai jantung, Abbi sangat tertohok dengan perkataan Fadlan yang sangat ketus itu *** "Gue gak pernah tau penantian ini bakal berakhir gimana, tapi gue selalu minta yang terbaik sama Tuhan" Banyak harapan yang terucap dari bibir mungil Daisha, ia sangat menanti akan kembalinya Abbi pada dirinya namun belum terkabul hingga saat ini.
All Rights Reserved
#2
daisha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tak Sejalan
  • Crush
  • sepuluh tahun dan selamanya
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Tertulis Dalam Doa
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Assalamualaikum Cinta
  • 3. Cerita Etalase dan Tempat Tidur GXG (END)
  • Penantian Cinta Lyana |END|
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)

Ini akhir cerita mereka: Tentang sebuah rasa yang tertanam sejak lama namun harus pupus sebelum berbunga. Karena cinta memang hanya untuk dirasakan bukan untuk dimiliki. Tentang sebuah rasa yang gamang tertanam dihati. Percaya masa lalu adalah dusta. Namun pergi meninggalkan terasa sulit. Karena cinta itu memang menguji untuk menjadi akhir yang bahagia. Tentang sebuah rasa yang disadari dengan terlambat. Ketika mengucapkan cinta, tak ada yang berbekas. Ia hanya seperti berbicara pada bayangannya sendiri. Iya, Adit memang cinta. Namun waktu terus melangkah dan tak pernah tinggal untuk sekedar diam sebentar. Tidak, Dina bukannya merebut. Ia hanya memberi kenyamanan sebatas teman yang tak pernah lebih. Jika Adit merasa sebaliknya, itu bukan salahnya. Karena hati tak pernah salah memilih rasa. Yang salah itu, pandangan lainnya. Sama seperti apa yang Fasha kira. Yang awalnya berpikir untuknya tapi ternyata tak sejalan dengan apa yang terjadi saat ini. Ketika Adit memilih untuk pergi sementara ia tetap tinggal di dalam masa lalu mereka. Dan Dina yang terjebak di antara mereka seolah harus bertanggung jawab atas semua luka yang tercipta. #SeriPertama Sekuel dari: Keluarga Adhiyaksa -Ardina Wirasatya- Anak dari: Aisha Fayola Adhiyaksa & Adnan Wirasatya -Fasha Adhiyaksa- Anak dari: Fadli Adhiyaksa & Calista Anggraina Carissa Aznii

More details
WpActionLinkContent Guidelines