Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Aisyah Nahlah, adalah gadis biasa dari keluarga biasa. Ia wanita perkerja keras dan menjadi tulang punggung keluarga, berhasil keluar dari rasa trauma masa kecilnya sebagai anak broken home. Membuat Aisyah hidup bergantung pada sosok Hamdan, pria yang menjadi kekasihnya selama satu tahun lebih. Namun, perbedaan kasta membuat hubungan mereka ditentang keluarga besar Hamdan. Mengalah adalah pilihan Aisyah, namun ia tidak menyangka jika akan dikhianti oleh sahabatnya sendiri yang menjadi tunangan Hamdan, bahkan di tengah hatinya yang terluka. Aisyah harus menelan pil pahit dengan bangkrutnya bisnis dan terkhiantai partner kerjanya. Traumanya kembali datang membuat perasaannya mati. Aisyah tidak ingin bercinta lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati
  • Cahaya Di Ujung Penantian
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)
  • Beloved Doctor (Completed)
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Sebelum Kau Menghilang [END]
  • Waktu?
  • Assalamu'alaikum, Mas Azzam !
  • KEKASIH HALAL
  • Dzikir Cinta (Selesai)

[NCT X Itzy] Rumah bagi Narasena adalah tempat pulang untuk menata hatinya yang hampir mati. Dunia memberinya Narendra, manusia yang mengajaknya berkelana menyusuri samudra cinta. Narendra membuatnya percaya bahwa ternyata ada tempat yang sama hangatnya dengan rumah. "Kemanapun, kamu nggak akan kedinginan. Tangan kamu akan tetap hangat selama aku genggam." Begitu pada awalnya. Tapi, Narasena lupa siapa Narenda, Narasena juga lupa ke samudra mana Narendra mengajaknya berlayar. Dia juga lupa menanyakan berapa lama Narendra akan menggenggam tangannya, berapa lama kehangatan yang dia janjikan akan bertahan? Terbuai dengan manisnya aksara yang tersuara. Membiarkan Narendra berjalan lebih dulu bukan berarti mengizinkannya melepaskan genggam. Narasena terlalu percaya, hingga pada akhirnya dia tersesat di tengah-tengah Arktik seorang diri. Narendra membuat hatinya hampir mati. Tapi Narasena tidak ingin mati kedinginan di tengah samudra cinta tanpa kepastian. Dia ingin hidup, ingin kembali, dan menata hatinya lagi. Menyelamatkan hidupnya adalah pilihan terbaik. Entah dengan tetap menunggu Narendra kembali, atau mencari jalan pulang seorang diri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines