Halijah
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 30, 2021
Kau masih di sana, dengan gusar kau ikat rambut panjangmu, tersenyum manis kepada setiap kerabat yang lewat, cahaya matahari menambah indah sudut pandangku dari sela sela dinding papan rumahku. Aku beranjak keluar tuk menemuimu. Aku sudah sangat jelas berjalan di depanmu, kau tersipu, tersenyum, menggerakkan tangan tak tentu arah. ''Kau pasti lama menunggu,'' ku membuka pecakapan sore itu. '' iya lama sekali sampai kakiku tak bisa beranjak.'' ''Apa yang kau ingin katakan Lijah?''
All Rights Reserved
#95
kepergian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • You're Here, But Not For Me
  • Just Remembrance!
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • | About You |

Ikhlas. Bisakah aku mengikhlaskan kau pergi, sedangkan di lubuk hatiku, namamu masih bersemayam di hati. Ikhlas. Apakah aku bisa mengikhlaskanmu? Sedangkan rindu ini hanya untukmu. Ikhlas. Apa itu ikhlas? Apakah benar aku sudah mengikhlaskan kepergianmu? Kisah ini kisah sederhana, kisah yang menceritakan perasaan seseorang, yang harus merelakan kepergian orang yang dia sayang. Kisah ini kisah sederhana, kisah kerinduan, akan seseorang yang di cinta terlalu dalam. Mungkinkah mereka akan bisa bersama kembali, atau terpisahkan untuk selama-lamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines