Story cover for Halijah by iskandarrumi
Halijah
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published May 27, 2021
Kau masih di sana, dengan gusar kau ikat rambut panjangmu, tersenyum manis kepada setiap kerabat yang lewat, cahaya matahari menambah indah sudut pandangku dari sela sela dinding papan rumahku. Aku beranjak keluar tuk menemuimu. Aku sudah sangat jelas berjalan di depanmu, kau tersipu, tersenyum, menggerakkan tangan tak tentu arah. ''Kau pasti lama menunggu,'' ku membuka pecakapan sore itu.
'' iya lama sekali sampai kakiku tak bisa beranjak.''
''Apa yang kau ingin katakan Lijah?''
All Rights Reserved
Sign up to add Halijah to your library and receive updates
or
#251puisicinta
Content Guidelines
You may also like
Ayo menepi dulu, sebentar saja. by awmawindh
6 parts Ongoing
[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
You may also like
Slide 1 of 7
Coretan Literasi Tanpa Dedikasi cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover
Just Remembrance! cover
Ayo menepi dulu, sebentar saja. cover
| About You | cover
We Can't Be Friends cover
You're Here, But Not For Me cover

Coretan Literasi Tanpa Dedikasi

76 parts Complete

Peringatan! JANGAN DIBACA. INI SEMUA MENJIJIKKAN. - terima kasih - puisi oleh anonim. "Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah yang tak pernah menyatakan cintanya padamu, karena takut kau berpaling dan menjauh, Dan bila suatu saat ia pergi, kau akan menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari." [ CINTA ~ Kahlil Gibran ] ~ Sebagian puisi-puisi yang ku tulis di sini, ku dedikasikan untuk seseorang di masa lalu. Sekarang orang itu apalah udah nggak penting. Lupakan, oke? Puisi-puisi ini untuk kalian semua. Para pembaca terkasih yang budiman. Semoga suka. Selamat membaca. ~