Al-Fayyad

Al-Fayyad

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 4, 2021
⚠️ cerita hanya rekaan semata. semua persamaan tidak dirancang dan berlaku secara tidak di sengajakan ⚠️ Saat kita sedang di garis yang paling bawah, seharusnya mesti ada keluarga yang menemani. Tapi bagaimana pula dengan Al-Fayyad? Direndahkan oleh masyarakat, dikucilkan dalam keluarga, dihina dan didera oleh ayah sendiri. Apakah dia akan kuat untuk semuanya? Setelah kepergian ibu tersayang, kehidupan Fayyad mula berubah. Tidak tahu di mana letak salahnya. Bagai jatuh di timpa tangga, mungkin ini lah pepatah yang sesuai untuk Al-Fayyad. "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar". Pernah terdetik di hati untuk meluapkan segala kelukaan. Tapi Fayyad tetap memegang teguh dengan perkataan "sabar". Kenapa dia dibenci? Dihina? Dicemuh? Satu persatu rahsia terbuka dengan seiringnya waktu. Sedih? Kecewa? Sunggu Fayyad merasakan hancur yang amat. Seketika penyesalan datang, namun tidak lagi berarti. Encik Al-Faroq-ayah kepada Fayyad mula menghukum diri sendiri atas penyesalan yang paling besar didalam hidupnya. Apakah selanjutnya cerita ini? ⚠️ WARNING ⚠️ ⚠️ PAY WITH YOUR VOTE ⚠️
All Rights Reserved
#13
harapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐓𝐡𝐞 𝐃𝐚𝐫𝐤 𝐓𝐫𝐚𝐮𝐦𝐚
  • KASIH ALONG
  • [C]DEAR,MR CRUSH
  • LASYKAR ILMI 3: FAEEQ ALI [C]
  • Tersimpuh Dalam Kelam, Melangkah Untuk Mereka
  • BAHAGIA SESUDAH DERITA
  • Give Your Little Heart
  • Jodoh Dalam Keperitan
  • Gengster Terguris
  • Perfectly Imperfect

[KARYA KEDUA | COMPLETED] Hidup aku sebagai anak luar nikah, aku dihina, dicaci, dimaki dan didera bagai tiada harga diri. Semuanya aku telan bulat-bulat terima hakikat hidup. Tapi ini bukan salahku, bukan salah ibuku. Kenapa tiada siapa yang membela kami? Hina sangatkah kami. Kami juga manusia. Yang layak bahagia! "Permintaan terakhir saya, tolong bahagia walau tanpa saya. Janji dengan saya Fayyadh." - Alanna Alisha "Macam mana saya nak bahagia, kalau dengan awak pun saya tak sempat nak cipta kenangan." - Muhammad Fayyadh. "Kau ada aku, Alanna." - Muhammad Harraz. Saat-saat aku nak bahagialah kau muncul. Kenapa?! Memang aku tak layakkah untuk merasa walau sekelumit manis senyuman itu. Apa dosa aku. Sampai aku dilahirkan macam ni... AMARAN⚠️ : CERITA INI TERAMATLAH CLICHE DAN TIBER, AGAK² TK SUKA JALAN CERITA BOLEH STOP BACA... TERIMA KASIH.

More details
WpActionLinkContent Guidelines