Nayla pernah membaca bahwa cinta sejati datang seperti fajar-perlahan, hangat, dan membawa terang. Tapi tidak ada yang memberitahunya bahwa cinta juga bisa datang seperti senja yang menipu. Indah dan memesona di awal, sebelum kegelapan perlahan-lahan merayap, mencekik, sampai kau tak bisa lagi membedakan mana cahaya dan mana bayangan. Seharusnya ia sadar sejak awal. Sejak pandangan pertama yang terlalu intens itu di acara fashion dua tahun lalu. Sejak bunga mawar yang tidak pernah berhenti datang. Sejak janji-janji yang terdengar terlalu indah. Sejak ciuman pertama yang terasa seperti racun yang manis. Tapi bukankah cinta memang membutakan? Bukankah cinta memang membuat kita buta akan red flag yang berkibar-kibar di depan mata?
Detail lengkap