A Day After Today

A Day After Today

  • WpView
    LECTURES 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mai 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah lulus kuliah empat tahun yang lalu, Larisa berusaha mendapatkan pekerjaan di rumah sakit swasta yang terkenal agar kebutuhannya tercukupi. Dengan padatnya jam kerja yang dijalani oleh Larisa sekarang, sebenarnya sangat sulit untuk mengambil pekerjaan sampingan demi mencukupi kebutuhannya. Bekerja di tempat yang berbeda dengan tekanan yang berbeda tidak mampu menurunkan semangat Larisa untuk mengumpulkan pundi pundi rupiah. Ingin rasanya menyerah, tapi Larisa tidak punya pilihan lain. Namun ada saat dimana Larisa ingin berdiam. Tiba-tiba ia sangat membutuhkan tempat untuknya bersandar barang sejenak. Menikmati semilir angin seperti anak gadis di zamannya, mendengarkan lagu kesukaannya sebanyak yang dia mau, dan tidur yang cukup. Larisa tahu, tidak ada yang kebetulan. Larisa juga tahu, ini untuk dirinya sendiri.
Tous Droits Réservés
#8
grateful
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Strong Boy (End)
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • ALICA [Revisi]
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • ARSALESA [END]
  • Meneroka Jiwa 2
  • BROKEN HEART [END]
  • KLUB PENGANGGURAN

Deskripsi Cerita: Laras - seorang ibu usia 48 tshun harus merawat anaknya arkan pratama wijaya yang di usia 13 tahun divonis mengidap Pulmonary Hypertension - penyakit langka yang perlahan mencuri kehidupannya. Sejak saat itu, dunia Laras berubah. Rumah kecil mereka bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang perjuangan - ruang doa, ruang tangis, ruang harapan... dan sering kali ruang perpisahan yang ditunda oleh cinta seorang ibu. Arkan tumbuh menjadi pemuda 20 tahun yang sabar, pengertian, dan penyayang meski tubuhnya semakin lemah. Hidupnya berteman dengan alat nebulizer, oksigen portable, obat-obatan pahit, dan terapi yang tak pernah usai. Bagi Laras, Arkan bukan hanya anak - dia adalah alasan napasnya. Tidak ada hari tanpa doa, tidak ada malam tanpa tangis lirih, memohon pada Tuhan untuk diberi waktu lebih lama bersama anaknya. Namun hidup adalah tentang menerima - tentang melepaskan di waktu yang paling tidak diinginkan. Cerita ini bukan hanya tentang sakitnya kehilangan, tapi juga tentang perjuangan, ketulusan cinta seorang ibu, dan bagaimana Laras bangkit dari keterpurukan... menjalani hari-harinya tanpa Arkan, namun selalu hidup dalam kenangan dan doanya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu