Last Story

Last Story

  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 6, 2022
Bukankah kebahagiaan adalah milik semua orang? Lantas mengapa masih ada saja orang yang mengharapkan kebahagiaan? Ini bukan tentang siapa yang tak pandai bersyukur, tetapi rasa ingin bahagia layaknya orang lain selalu datang menghampiri. Takdir tak berpihak baik pada Fasla, menjadikan segala tanya dalam kepalanya terus berenang bebas. Melontar pertanyaan yang lagi-lagi sama dengan respon yang tak berubah. Perihal Johan yang segan memberitahu jawaban atas pertanyaan Fasla tentang masa lalu keluarga mereka dan jati diri wanita yang telah melahirkannya. Terkadang terbesit dalam benak Fasla, jika ia diperkenankan memilih lahir dari mana, tentu ia akan memilih Wika--tetangga sebelah rumahnya. Kebahagiaannya harus terenggut paksa oleh keegoisan Johan. Tinggal satu atap, bak orang tak saling mengenal. Di depan Fasla, Johan seakan menghemat suaranya, enggan menjawab segala yang keluar dari bibir mungil anak gadisnya. Pertemuannya dengan seseorang di suatu hari itu, membuat hidupnya terlihat lebih baik, membaut Fasla dapat lebih memaklumi permainan takdir. Hingga pada akhirnya, semua yang tersembunyi akan terungkap. -- Jangan lupa follow akun ini dan akun Instagram aku🦋
All Rights Reserved
#279
menyerah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • Dua cangkir satu Meja
  • Tentang Waktu (End)
  •  HAZELA
  • ALEYA~~
  • Halcyon
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Become an Extra or Main Character [END]

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines