Revenge: Marry Your Father(ON GOING)

Revenge: Marry Your Father(ON GOING)

  • WpView
    Reads 348
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 1, 2025
Cover by Pinterest [Follow dulu, sebelum membaca] Selamat datang di cerita Lutesha dan Kaivan! Apa yang lo lakuin kalau aja seseorang ngerebut pacar lo? Diam aja? Atau nangis kejer sambil dengerin lagu galau 7 hari 7 malam? Pilihan diatas tidak berlaku bagi Lutesha. Bukan Lutesha namanya jika sesuatu miliknya diambil orang lain dan dia hanya diam saja. "Jika seseorang ngerebut pacar lo, jangan diem aja, bego! Nikahi ayahnya, dan tunjukan padanya bagaimana kejam seorang ibu tiri!" _Lutesha Adreannie_ Diharapkan untuk tidak meniru ucapan di atas, ya, Teman-teman. Si penganut prinsip yakni Lutesha, menyesal dan kapok setengah mati karenanya. "Niat mau buat anaknya kapok, kenapa gue yang dibuat bapaknya kapok?! Bangsul, bangsat betul. Huaaa, Papiii, Tesha pengen pulaang." Selamat membaca kisah antara pria kaku dan perempuan yang gampang naik darah! ___________ . . . . . Cerita ini hasil dari pemikiran saya sendiri. Tidak ada niat menyinggung, menyindir, atau menghina apapun dan siapapun, ya. Ambil positifnya aja, walaupun saya juga nggak tau letak positifnya di mana, hwehwe. Selamat membaca. And SEMANGAT BERKARYAAAA! Start: 10 Juli 2025 End:
All Rights Reserved
#595
ibutiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines