Bersahabat Dengan Kesunyian

Bersahabat Dengan Kesunyian

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Syakila Adriani, biasa di panggil Kila. Gadis 16 tahun yang sangat tertutup. Ia juga memiliki sifat yang cuek dan dingin, berbicara pun sangat sedikit. Tetapi, jika sudah mengenal nya Kila akan sangat berbeda, ia gadis yang sangat perhatian dan peduli pada sekelilingnya. Namun kadang sifat cueknya membuat orang menilai bahwa ia orang yang sombong. Padahal nyatanya tidak. Kila juga mempunyai trauma yang begitu besar. Trauma yang dibuat oleh keluarganya sendiri. Dari trauma itulah sekarang Kila menjadi anak yang tertutup, takut akan dunia luar, dan sulit berbaur dengan orang lain. Dan Kila pun tidak tau, kapan trauma itu akan hilang dari dirinya. - - - - - Kira-kira kejadian apa ya yang membuat Kila sampai se Trauma itu?, dan kejadian apa yang membuat Syakila takut akan dunia luar? Penasaran???? Yuk di baca ceritanya. Happy reading!!!:)
All Rights Reserved
#387
selflove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C
  • DEAR RAGA
  • Meneroka Jiwa
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • ❬ ✓ ❭ Furthermore
  • SYAKILA
  • Meneroka Jiwa 2
C

"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines