MELAWAN WAKTU

MELAWAN WAKTU

  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 8, 2021
Suara rintikan hujan disertai angin kencang. Kediaman yang dipenuhi aura penyesalan"Argghhhh,kenapa bisa seperti ini nilaiku" Suara seorang anak laki-laki yang menyesal.Sebelumnya dia merupakan seorang anak yang sangat berprestasi,namun akibat pergaulan yang kurang bagus ia menjadi seorang anak yang sangat bengal. Yah, Rama namanya. Rama merupakan seorang mahasiswa UNIVERSITAS PANCASILA yang terletak di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rama memilih untuk berkuliah di FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS.
Todos los derechos reservados
#2
melawan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dear, Mr. Duda
  • Rindu
  • Tanggung Jawab! - BL [ MPREG ]  [ SELESAI ]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • I AM PREGNANT  (OPEN PO)
  • Giwang
  • Kebo Vs Kudanil
  • BALADA KEHIDUPAN
  • " TWO MINUTES "
  • Jaymar & Sera

Cerita sudah tamat! Sudah tersedia versi Audio Book Pogo ya teman-teman :) Sinopsis, "Biar saya lihat," gumam Pak Adam membuat Alara terperanjat kaget tiba-tiba melihat dosennya sudah ada di sebelahnya. Mata teman-teman Alara kini menatap Alara penasaran. "Apa yang kalian lihat?" tanya Pak Adam dengan suara menggema membuat setiap mahasiswa kembali fokus ke ujian mereka masing-masing. Tak lama, pria itu kembali menatap Alara. "Saya ingin lihat lembar ujian kamu." "S-saya belum selesai, Pak." "Tidak apa-apa. Kemarikan!" titahnya seakan tidak ingin dibantah. Perlahan Alara memberikan kertas tersebut dengan tangan bergetar. Adam menatap lembar jawaban istrinya dengan seksama sebelum mengoyak kertas jawaban itu membuat mata Alara seketika melebar. Ia segera berdiri dan kembali mendapat atensi dari teman-temannya. "Apa yang Bapak lakukan?!" serunya tidak percaya lalu mengutip kembali kertas ujian yang berserakan. Adam mengabaikan seruan Alara lalu menatap setiap mahasiswa yang kini menatapnya takut dan berkata. "Jika sekali lagi saya temukan kalian berbuat curang seperti Alara, tidak satu pun dari kalian yang akan lulus ujian saya." Mata Adam lalu beralih pada Alara yang nyaris menangis di tempat. "Sekarang kamu keluar dari ruangan saya." Lihat saja! Dia tidak akan membiarkan pria itu tidur bersamanya nanti malam. **** Baca, hayati, rasakan, karena ini bukan kisah dengan sejuta konflik. Ya, ini hanya kisah tentang Alara dan Adam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido