Nadira
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 2, 2021
"Orang tulus sering disia-siakan, nggak aneh kalo ujungnya kamu ditinggalin" "Nggak papa gagal nikah dari pada gagal dalam pernikahan, kamu lagi diselamatin" Dua kalimat itu sering kali aku dengar dari orang terdekatku. Terkadang aku membenarkan perkataan mereka hanya untuk menenangkan perasaan ku, namun terkadang juga menimbulkan kata tanya yang tiada habisnya. Aku yang terlalu tulus untuk mu atau justru karena kita memang tidak di takdirkan untuk bersama? dan bertemu hanya sebagai proses pendewasaaan saja. Aku yang di selamatkan dari laki-laki seperti mu atau justru kamu yang di selamatkan dari perempuan seperti ku? 28/04 -Nadira Almahyra
All Rights Reserved
#22
sohyun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandi Rasa
  • magic ✅
  • Seven Crazies [Re-publish]
  • Choi Soobin : 365 Days Waiting [Completed]
  • Love Story
  • Floral & Fading ✦ Yeongyu
  • "diam-diam jatuh cinta"
  • Mirage

[Bab tidak lengkap, untuk baca lengkap silakan ke Karya Karsa] "Kalau ada satu hal yang ingin aku lakukan, itu adalah mempertahankanmu. Sayangnya, aku tidak bisa, entah karena keadaan atau karena takdir yang tak terelakkan." Selama delapan belas tahun hidup di dunia, baru kali ini Berlin Ghazefa Lifen Soekotjo merasa tidak senang dengan pujian yang orang berikan. Entah karena dia merasa satu persatu hal di dalam hidupnya menjadi kebohongan atau karena calon ketua BEM kampusnya yang menilainya tidak ada bagus-bagusnya. Setidaknya hanya itu yang mampu menjadi alasan kebimbangan Berlin. Terkadang Berlin ingin meledakkan isi kepalanya yang penuh dengan bantahan atas tuduhan-tuduhan tidak jelas dari lelaki yang "katanya" akan menempati tahta tertinggi di kampusnya, Univeritas Indonesia. Jujur, Berlin ingin bersikap apatis saja. Tapi makin hari, semakin ia berusaha bersikap masa bodoh maka semakin jauh juga keterkaitannya dengan calon ketua BEM itu, Gerhana Sabrang Asegaf-lelaki keturunan Aceh-Arab yang jelas berbeda arah dengan dirinya yang merupakan keturunan Tionghoa. Oleh Bella Putri Maharani (Bellazmr).

More details
WpActionLinkContent Guidelines