We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dia, Si Baik

Dia, Si Baik

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 12, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Besok-besok gak usah pake baju ini lagi ya," Celetuk Alif sangat pelan ketelinga Bianka yang saat itu sedang antri untuk keluar kelas. Bianka menoleh kebelakang mendapatkan Alif sedang tersenyum ramah kepadanya, jarak Bianka dan Alif pun sangat dekat hingga mereka hanya membutuhkan suara kecil untuk saling berbicara. "Kenapa? Kok gak usah dipake lagi? Jelek ya?," tanya Bianka heran dengan suara pelan tetapi mampu didengar oleh Alif. Alif menggeleng kepalanya pelan, "cantik kok, tapi aku gak suka kamu diomongin banyak cowok," jawab Alif jujur karena dari awal masuk kelas, Bianka menjadi pusat pembicaraan dari kalangan laki-laki yang merasa aura Bianka lebih keluar setelah memakai rok itu, hal ini pemicu Alif untuk menyuruh Bianka tak mengenakan rok itu lagi.
All Rights Reserved
#3
teenleet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friendship In Love
  • LDR
  • After J (Complete)
  • Angel(o)
  • ON SIGHT (Completed)
  • Naufal
  • Hallo,Mantan!
  • THE CLIMB [Completed]
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]

"Anisa hari ini kamu cantik buangetttt, pakek u tripel t lagi." Rayu Alif kepada Anisa. Anisa sama sekali tidak kebaperan atau ngeflay karena dia atau betul sifat sahabatnya, kalau ada maunya pasti memuji. Kebiasaan yang terhaqiqi. "Dari dulu."ketus Nisa dengan raut muka datar alias biasa-biasa saja. "Tapi sayang Tollloollll L nya tripel tripel." Kata Alif sambil menekan kata Tollol pada kalimatnya. "Loe tu yang begog, kalau gue gak tolol mana mau gue sahabatan sama Alien nyasar kaya loe." Jawab Nisa sambil menjitak kepala Alif saat kata Begog. Mereka memang sahabat yang konyol dan aneh. "Sialan loe." Melihat makanannya dan makanan Reza sudah habis, Alif berdiri untuk kembali. "Za ayo cabut, mbak min nanti yang bayar makanan Alif sama Reza Anisa ya. Soalnya dia baru ulang tahun." Setelah berbicara panjang lebar kali tinggi ditambah volume eh maksudnya setelah berbicara Alif langsung pergi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Anisa. "oke." Jawab mbak Mina Uhuk-uhuk Mendengar kata-kata yang dilontarkan Alif, Anisa langsung kesedak saat minum. "Ati-ati dong kalo minum." "Alien, awas aja loe ya." Teriak Anisa kencang. Dia baru sadar kalau jadi sorotan mata para pengunjung lainnya. Tapi dia tetap tidak peduli. "Emangnya loe ulang tahun Nis? Bukannya masih lama ya?" Tanya Nafisya dengan nada polos. "Ya Allah kenapa engkau beri aku teman sepintar ini?" Mendengar dumelan Anisa, Nafisya hanya tersenyum kecil. "Alif itu lagi ngerjain gue." Dumel Anisa sambil berdiri merogoh sakunya. "Berapa mbak?." Tanya gadis itu kepada mbak Mina. "Sekalian sama Alif Reza kan?" Tanya mbak Mina. "Iya." Baca selengkapnya:")

More details
WpActionLinkContent Guidelines