MY HUSBAND IS FAT (HIATUS)

MY HUSBAND IS FAT (HIATUS)

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 14, 2021
Ini kisah gue dari menikah di usia muda dan sialnya suami gue itu GENDUT "Kenapa hidup gue sial baget si" Photo by pinterest Kalo kalian suka vote dan komen ya makasih. Senin, 30 Mei 2021
All Rights Reserved
#829
yeri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • friendship dump
  • Segores Luka Dalam Cinta
  • Istri Muda
  • Sold Out!!
  • Darsa (END)
  • VARESHA [ END ]
  • It Called Love
  • Apartemen (TAMAT)

"Huh?! Kenapa main jodohin chaer? please yaa chaer ga mau. Nanti kalau suami chaer red flag gimana? Main tangan gimana? Suka ngebentak gimana?" ° "APAAN?!! AKU GA MAU AH! AKU MASIH MAU BEBAS CARI PACAR GANTENG YA ABI! AKU SAMA CHAERRY ITU BEDA" ° "Wey asu lo chaer! Gegara lo kawin gue jadi dijodohin sama tetangga deket rumah!" ° "Ini situasi bjir atau anjay? GANTENG BANGET CALON SUAMI GUA! SUMPAH KALAU BUKAN KARENA SI KAK CHAERRY GUE KAGAK BAKAL KETEMU SAMA ABANG GANTENG INI" ° "Bunda kenapa jadi terinspirasi chaerry si? Dia aja frustasi lohh bun, main dijodohin gitu. Apalagi kayin coba, yang ada kayin tantrum nanti" ° "Aku ikut apa kata mami sama papi aja" ° "Adek terima dengan lapang dada. Ini gara-gara chaerry! Chili gank jadi pada kawin. Adek jadi ditanya kapan nikah mulu sama tetangga, yang penting calon suami adek ganteng dan crazy rich yaa yah" ° "WOY INI SUMPRET MAK BAPAK GUE NGAPA KAGAK NYARIIN GUE JODOH JUGA DAH??! Gue minta sendiri aja dah" ° "Ngapa? Lu mau gue nikahin?" ° Semua ini berawal dari chaerry yang tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Entah terinspirasi atau karena kasihan kepada anak-anaknya yang masih melajang, orang tua yang lain juga jadi berinisiatif menjodohkan anak-anaknya. ⚠️cerita ini mengandung banyak kata-kata kasar, harap bijak dalam menyikapi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines