My Beautiful Daisy (On Going)

My Beautiful Daisy (On Going)

  • WpView
    LECTURES 58
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juin 1, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hai namaku daisy dandelion, terdengar indah bukan seperti bunga daisy yang memiliki arti kelembutan dan kebahagiaan. saat melihatku pasti akan terlitas dipikiran kalian wanita sempurna tanpa ada kecacatan. Tapi daisy bukanlah manusia sempurna, dibalik senyum dan tawanya tersimpan luka yang sangat dalam tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya. Saat orang yang memberi luka dan hilangnya senyum dari wajah daisy hadir di hadapannya, apakah daisy dapat menjauhinya? ataukah luka itu akan disembuhkan oleh si pemberi luka. Hanya waktu yang dapat menjawab semuanya.
Tous Droits Réservés
#344
wattys
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • HIDDEN I (The End)
  • Back For Me (Completed)
  • Daniel Owns Me
  • Alphabet
  • Our Years
  • ATHALARIQ
  • 0°Celcius [End]
  • Imperfection : Fight to be fine
  • Silent ✔
  • M Y   B A D B O Y (Completed)

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu