Shout Out To My Ex

Shout Out To My Ex

  • WpView
    Reads 1,152,979
  • WpVote
    Votes 58,419
  • WpPart
    Parts 77
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Oct 9, 2022
"Asal kau tahu, kita itu sangat jauh berbeda. Oke, kalau soal wajah, kau memang tidak buruk untuk berjalan di sebelahku dan otakmu juga sangat encer. Tapi Ellgar, aku bosan berpacaran dengan lelaki monoton sepertimu. Kau memang sering mengerjakan tugas-tugas sekolahku, hanya itu keunggulanmu karena kau hampir tidak pernah mengajakku jalan-jalan ke tempat mahal atau membelanjakan aku barang-barang branded. Kelas sosial kita jauh berbeda. Kita tidak cocok." Jika dulu Lady berteriak dan mencampakan Ellgar, maka sekarang Lady lah yang justru tunduk dan membutuhkan kebaikan hati Ellgar. Gedung pencakar langit dengan tulisan 'Ryker Enterprise' menjadi alasan utama karena Lady akan mencoba melamar pekerjaan di perusahaan Ellgar Ryker, sang mantan kekasih. ©copyright by verradres , 19 Februari 2022.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Mysterious Girl
  • Okay, Boss! (SELESAI)
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)
  • BUBUFY
  • Aku Dia dan Kamu
  • Something in Your Eyes ✓
  • Hana untuk Hanan

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines