One Of My Stars

One Of My Stars

  • WpView
    Reads 1,743
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 26, 2024
"Sampai detik ini, gue belum bisa kembali tertarik pada wanita" ucap Aryan dalam benaknya. Diselingkuhi menjadi kejadian yang membuat seorang pilot tampan trauma dalam dunia percintaan. Bahkan, pria bernama Aryan itu selalu berpikir untuk tidak menikah dengan siapapun. Di tahun ketiga setelah kejadian tersebut, ia bertemu dan menyimpan rasa suka terhadap seorang wanita. Tetapi ia denial dan masih menyangkal perasaan sukanya kepada wanita tersebut.
All Rights Reserved
#868
lovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Nayyara, Lost in Marriage
  • SASHI
  • Aruna (Terjerat Cinta Dan Benci)
  • Senja & Alandra
  • Sequel Satu Atap : Garis Tangan
  • Perempuan Kedua
  • ELEGI ASMARA
  • Satu Atap

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines