REALITA
  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 7, 2021
Puji syukur kehadirat Allah yang Maha Esa, karena berkat Allah lah karya saya ada, tak lupa juga saya ucapkan terimakasih kepada orang tua saya, keluarga saya, dan orang yang selalu setia mendukung saya. "REALITA" adalah karangan pertama saya, karya ini menggambarkan bahwa realita hidup tak selalu lebih manis dari ekspetasi seperti yang banyak orang katakan bahkan ada realita yang lebih manis dari ekspetasi. Eskpetasi yang sangat bertentangan dengan realita, kemudian kita berada di realita itu, keadaan nyata yang memberi keindahan pada corak kehidupan kita yang memberi kehidupan lebih baik dari sebelumnya. Karya ini hanyalah fiktif belaka mohon maaf bila ada kesamaan nama, gelar dan alamat. Karya ini tentunya masih butuh banyak perbaikan, maka dari itu saya sangat butuh kritik dan saran dari pembaca supaya karya saya ini bisa lebih baik kedepannya. Terimakasih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Akhir Penantian Diujung Senja
  • Love In My Life
  • Cinta Sang Prajurit (END)

Tak ada hal yang harus Carla tolak jika dia datang kembali. Walau sudah berulang kali perjuangannya tidak dihargai. Jika dia menolak. Mungkin itu adalah hal paling bodoh selama 3 tahun ini dia perjuangkan dan menunggu. Laki-laki itu datang tanpa keberanian. Hanya dengan rangkaian bunga sebagai sosok dirinya dan selembar kertas sebagai mulutnya. Betapa bahagia Carla. Tuhan baik kepadanya setelah kenyataan mengikhlaskan kedua orangtuanya untuk pergi selama-lamanya. Laki-laki yang dia cintai selama ini, kini selalu bersamanya. Menggantikan sosok kedua orangtua. Walau memang tak sepenuhnya. Namun jika dia mendapat pilihan. Pertama, kehilangan kedua orangtua tetapi apa yang telah ditunggu datang. Kedua, orang yang telah ditunggu-tunggu tidak pernah datang, namun sosok kedua orangtua ada selalu untuknya. Tanpa berpikir dua kali, dia akan memilih yang pertama. Namun apa boleh buat, jika takdir berkata lain. Ketika dia harus menerima kenyataan kedua. Semua itu terjadi. Carla memutuskan untuk hidup sebatang kara. Ketimbang dia ikut dengan abang dan adiknya. Dia lebih senang di Indonesia walau sendiri. Karena hanya rumah yang ditempatinya kini pernah merasakan kekeluargaan. Takdir berjalan lagi lebih cepat. Tuhan mengambil semua miliknya. Orang yang dia sayang dan begitupun dengan ingatannya. Semua begitu cepat berubah hanya dalam waktu beberapa bulan. Semua kehidupannya berubah. Kini dia tinggal bersama keluarga kecilnya. Selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan yang mendalam. Dengan hadirnya seseorang yang begitu cepat mencintai Carla dengan sepenuh tanpa dia sadari. Namun marahnya tak bisa dia kendali saat tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi kurang lebih 1 tahunn lalu. Betapa pahit rasanya mengetahui apa yang terjadi. Kemarahan itu Carla lampiaskan kepada semuanya. Keluarga keciln dan orang yang sepenuh hati membantunya untuk sembuh dan berusaha membahagiakannya. Sampai akhirnya kesadaran dia rasakan. Setelah kehilangan itu terjadi. Namun Tuhan ................

More details
WpActionLinkContent Guidelines