CANA
  • WpView
    LECTURAS 57
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ene 20, 2025
No Plagiat!!!! -KITA BAGAIKAN LANGIT DAN BUMI, TAK AKAN PERNAH BISA MENYATU- Cinta butuh pengorbanan, cinta butuh perjuangan, dan cinta butuh seseorang untuk bisa memberikan cinta itu kembali. Jika cinta tak memiliki ujung dan segala hal jadi sia-sia, bakal kemana cinta itu berlabuh? Akankah keteguhan hati Elina dalam mengejar cinta sosok pemuda tampan itu bakal sia-sia? ketika yang diperjuangin malah menganggap kita bagaikan benalu dihidupnya? dan apakah Elina bakal berhasil dengan perjuangannya disaat kelemahannya bakal merenggut dan membawanya kedalam keabadian.
Todos los derechos reservados
#17
parasit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • False Hopes
  • Baby Breath Flowers
  • You Are Different In My Eyes
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • VIVIAN'S STORY (COMPLETE)✓✓
  • Air Mata Elara
  • Finally, You [Selesai]

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido