We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
[SAN 1] Assalamualaikum Captain!

[SAN 1] Assalamualaikum Captain!

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 20, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya Arin. Seorang gadis dengan tatapannya yang sendu dan senyumannya yang menawan. Bisa dibilang ia juga ahli dalam merangkai kata, namun tak pandai dalam menyampaikan sesuatu perihal rasa. Katanya berbeda, jika kata bisa ia torehkan dalam tulisan, namun rasa harus ia sampaikan lewat lisan. :) Sebelum baca cerita ini, jangan lupa untuk follow akun ini, dan tinggalkan jejak vote setelah membaca ya, ^_^ Publish : 3 Juni 2021 Finish : ?
All Rights Reserved
#7
penyelamat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kilometer Cinta [Complete] ✔️
  • PENGAGUM SANG KAPTEN (Completed)
  • Langit Aku Rindu Perwira ku
  • Mencintaimu Dalam Diam ( TAMAT  )
  • Sebuah rasa (TAMAT)
  • satu kata terakhir untukmu (End)
  • sebuah lentera
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • My Handsome Captain | END

⚠️Warning! Baper detected⚠️ Romance-religi Dukung saya dengan cara follow dan rekomendasiin cerita ini ke teman-teman wattpad kamu. Terima kasih. 💙 Prolog : Siapa pun pasti pernah mengalami kecewa. Entah itu perpisahan atau pertemuan yang disesali. Namun, manusia memang hidup dengan segala cobaan yang harus dijalani. Seperti halnya yang dialami Muhammad Al Fatih. Seorang pilot muda dengan pangkat senior first officer ini tengah mengejar perempuan bercadar hanya karena sorot matanya. Salwa Miftahul Jannah, itulah nama dari perempuan yang berhasil menarik perhatian Fatih dalam satu kali pertemuan tak sengaja di depan toilet pesawat. Ia selalu menghindari Fatih bahkan tidak merespon segala usaha Fatih yang mendekatinya. Lalu takdir kembali mempertemukan mereka di Tugu Kilometer Nol, Aceh. "Kamu yang waktu itu di pesawat, 'kan?" tanya Fatih dengan lantang. "Iya," jawab Salwa pendek. Kepalanya menunduk dan melirik pada kedua orang tuanya yang memperhatikan mereka berdua sejak beberapa detik lalu. "Itu orang tua kamu?" tanya Fatih lagi setelah mengikuti arah ekor mata Salwa. "Kenapa?" Tiba-tiba desiran halus menyeruak di dalam rongga dada Salwa. "Boleh saya menemui mereka?" "Untuk?" "Meminta izin bertaaruf dengan kamu." Penasaran dengan kelanjutan kisah mereka? Yuk baca cerita Kilometer Cinta dan jangan lupa masukkan dalam reading list kamu. Happy reading, pembaca baru Fat_Wa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines