We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
wound story

wound story

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tubuh ini bergerak tanpa jiwa Dengan irama yang membuatku menderita Sakit tak berdarah Bahkan bahagia egan untuk bersingah Yang ada ruang hitam tanpa warna Jiwaku sudah mati sejak lama Tanpa ada yang tau, bahkan menyadarinya. Hanya ada luka, derita, lara, air mata bahkan seperti tak bernyawa hanya kematianlah yang aku tunggu sejak lama Sepercik cahaya datang dengan paksa Membuatku ingin kembali hidup seperti sedia kala Namun... Ada banyak derita yang harus ku tanggung karna mempertahankanya Tuhan... Aku ingin dia hidup Tetapi dengan bahagia dan banyak warna menghiasi harinya Tanpa ada derita ataupun luka Biarkan aku yang menangung semua rasa sakit biarkan aku yg dihinaan Tolong persatukan kami dalam bentuk bahagia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NESTAPA [On Going]
  • Rasa Yang Hilang
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • All I ASK
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • BEHIND THE NOISE : US
  • DEVANOLLA
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata

"Nestapa" kisah tentang seorang anak perempuan yang terlalu cepat memahami arti retak. Kiara lahir di rumah yang dulu dipandang sempurna. Rumah yang hangat, rapi, dan sering dijadikan contoh oleh orang-orang di sekitarnya. Sebagai anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama, ia tumbuh dengan bahu kecil yang sudah dibiasakan menanggung harapan. Ia belajar tersenyum lebih dulu sebelum mengeluh. Ia belajar mengalah sebelum meminta. Namun kesempurnaan itu tidak abadi. Ketika ayahnya berubah, suara yang dulu menenangkan menjadi meninggi, tangan yang dulu melindungi berubah menyakiti, dan kesetiaan perlahan tergantikan oleh perempuan lain. Kiara tidak hanya kehilangan figur, ia kehilangan rasa aman. Sejak saat itu, rumah bukan lagi tempat pulang, melainkan ruang yang penuh kehati-hatian. Kiara tidak pernah benar-benar menangis di depan siapa pun. Ia hanya menyimpan. Maka ketika Naren datang di masa SMP-nya dengan perhatian yang tulus dan kedekatan yang tumbuh tanpa diminta, Kiara tidak serta-merta membuka diri. Ia menyukai, tapi ia takut. Ia dekat, tapi ia menjaga jarak. Trauma membuatnya percaya bahwa mencintai terlalu dalam hanya akan berakhir seperti yang ia saksikan di rumahnya sendiri. Dan ketika fitnah memisahkan mereka, ketika Naren memilih melepas dengan alasan yang terasa janggal dan menyakitkan, Kiara kembali pada satu hal yang paling ia kuasai: diam. Di situlah nestapa itu tinggal. Bukan dalam jerit, bukan dalam amarah yang meledak. Melainkan dalam senyum yang tetap terpasang, dalam langkah yang tetap berjalan, dalam hati yang pelan-pelan belajar menanggung sendiri. Nestapa bukan sekadar kesedihan. Ia adalah perjalanan seorang anak perempuan yang dipaksa dewasa oleh luka, yang tetap berdiri meski tidak pernah benar-benar utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines