Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
•CASSIOPEIA•

•CASSIOPEIA•

  • WpView
    LETTURE 32,094
  • WpVote
    Voti 1,714
  • WpPart
    Parti 89
WpMetadataReadCompleta gio, mar 3, 2022
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
"Maaf pak, saya bukan Sagar Alfarasyah Dewananda, saya adik nya. Sagar, Kakak saya tiba tiba terkena sakit berat dan secepatnya harus di obati di luar negri. Saya yang akan melanjutkan pernikahan ini" Satu kata untuk mendeskripsikan Gangga saat ini, sial. Kalo bukan soal Sagar yang kabur ketika seminggu sebelum pernikahan, Gangga tak akan menikah sekarang. Ayoklah, di umur Gangga yang masih 24 tahun ini bukan target untuk menikah, ia masih ingin terus berkarya dengan pencapaian nya selama ini. Di lain sisi, ia juga tak mau nama keluarga nya tercoreng begitu saja akibat ulah Sagar semata. Perbedaan umur, menjadi ayah sambung, hidup berdua dengan wanita yang tak ia cintai, wanita yang sangat pendiam, menjadi kepala keluarga. Ingin sekali Gangga mengutuk kakak nya itu. Kini Gangga harus menerima pernikahan ini atas dasar ikhlas se ikhlas - ikhlas nya.
Tutti i diritti riservati
#21
cassie
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Adriana : (Not) a Loving Marriage
  • Gugat. [END]
  • Sagara
  • Annoying Boy & Good Papa
  • JIWA DAN RAGA
  • HANNA
  • SASGARA (SELESAI)
  • Mafia dan Dokter Gemoy

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti