365 Hari [SELESAI]

365 Hari [SELESAI]

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 22, 2022
"Tentang harapan yang tidak sesuai dengan harapan." Tentang seorang gadis yang bernama Rinjani yang mencoba untuk bangkit dari masa lalunya, mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri tapi kembali dipatahkan dengan kenyataan pahit yang menerpa hidupnya. Rasanya baru kemarin ia bersama, baru kemarin ia bercanda, tertawa, saling melempar senyuman, bergandengan tangan, baru kemarin ia melihat mata tajam itu menatapnya begitu dalam hingga rasanya ia tenggelam dalam tatapan itu. Tapi sekarang semuanya lenyap ia tidak bisa melihat itu semua lagi. Hancur, hancur, semuanya hancur, sehancur-hancurnya!!!!
All Rights Reserved
#903
bahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • JANJI TERAKHIR, LINO [TERBIT!]
  • Ambivalen Rasa [TERBIT]
  • A L V E R [ HIATUS ]
  • REINA
  • Menunggu tanpa kepastian [S E L E S A I]
  • Berkisah Untuk Berpisah (On Going)
  • Cinta yang membingungkan
  • Resonansi
  • Jangan pergi (End)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines