Assalamu'alaikum Jihan!  (On Going)

Assalamu'alaikum Jihan! (On Going)

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 11, 2021
WpInfo
Fanfic
Seventeen
[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA ] Aku adalah Jihan Nebula, nama yang sangat unik bukan. Menurut ku sih begitu, nama yang diberikan penuh dengan cinta dari orang tuaku. Sampai suatu saat, aku mengetahui salah satu dari mereka bukanlah orang tua kandungku. Hidupku bak jalan berliku. Kadang lurus baik-baik saja, kadang berliku-liku seperti masalah. Semua emosi tercipta dihidupku, sedih, bahagia, duka, semua terkumpul dalam cerita ini. Kini, aku harus dihadapi sama masalah percintaan. Dimana aku dan sahabatku saling menyukai orang yang sama. Inilah kisahku!! Date publish >> 06 Juni 2021 <<
All Rights Reserved
#29
jihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Teh
  • I'm Keysa
  • Kita, Cinta & Luka [END]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • ZIOTASYA (Completed ✔)
  • Kembar Beda Perlakuan [COMPLETED]
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)
  • I'M NOT FINE (TAMAT)
  • HOME FOR WOUNDS
  • Shananda

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines