Bintang Di Antariksa

Bintang Di Antariksa

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 21, 2021
Malam itu, suara deruman motor dan mobil dijalanan ibu kota terdengar merdu. Menemani sunyinya suasana diantara kami berdua. "Aku cinta dia." Ungkapnya kepadaku. Kristal bening itu terjun bebas dari pelupuk mataku, aku sudah memperkirakan ini semua. Aku tau bahwa akhirnya akan seperti ini. "Ya, Riksa. Semoga bahagia, dan maaf." Kupaksakan senyum untuk memberitahunya bahwa aku baik-baik saja, "Dah, Antariksa." ku balikkan badanku secara paksa. Ya, memang seharusnya seperti ini. ------- haii coverny by pinterest okeii
All Rights Reserved
#559
anakremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awas Jatuh Cinta
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Eccedentesiast (Complete)
  • Satu Langkah
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • YOLUTA
  • NYAMAN [Proses Revisi]

"Lo lupa, Vyora? Dulu pas kecil lo main nikah-nikahan sama gue. Inget kita belum cerei." "Hah?! YANG BENER AJA, ZAVIO?!" *** Bagi Vyora, jatuh cinta adalah risiko paling berbahaya. Sekali terluka sudah cukup dan dia tak berniat mengulang kesalahan yang sama. Karena itu, Vyora kira masuk ke SMA Kartanama Bangsa, sekolah favorit dengan murid-muridnya yang pintar, adalah pilihan aman. Nyatanya, itu awal dari kekacauan. Di sana ada Zavio. Cowok menyebalkan yang entah kenapa selalu mengusik hidupnya, seolah Vyora adalah musuh lamanya. Belum sempat bernapas, Vyora malah terseret urusan Olpres Karsa---kelompok siswa berprestasi berkedok ekstrakurikuler kebanggaan sekolah---yang diam-diam terlibat persaingan antar sekolah. Semakin dalam Vyora menggali kebenaran, semakin jelas satu fakta mengerikan---semua kekacauan ini berakar padanya. Di tengah tekanan dan rahasia yang saling bertabrakan, Vyora mulai menyadari bahwa perasaan bukan sesuatu yang bisa dia kendalikan sepenuhnya. Katanya benci dan cinta itu bedanya cuma sedikit, setipis kulit bawang. Kalau terlalu cinta bisa jadi benci. Juga sebaliknya, kalau terlalu benci bisa berubah jadi cinta. Jadi, sebelum perasaan itu tumbuh terlalu jauh... awas jatuh cinta, ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines