Story cover for School romance by MauLida_cans
School romance
  • WpView
    Leituras 16
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 16
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
Em andamento, Primeira publicação em jun 02, 2021
Kejadian itu berlangsung begitu cepat. Sosok gadis bernama Cecilia Acut Abraham itu hanya bisa pasrah ketika mendapat kesialan beruntun dalam sekejap mata, sejak ia tidak sengaja dipergoki bolos oleh ketua OSIS mereka. 

Damian Alpha Adhyaksa. Sosok ketua OSIS berwibawa paling ditakuti oleh murid-murid SMA Permadani. 

Sayang sekali, karena tidak sengaja menjatuhkan berkas penting ketua OSIS itu kedalam selokan, Acut harus terjebak dalam lingkup OSIS sebagai anggota. 

Padahal Acut sangat membenci apapun yang berhubungan dengan berkas. 

Entah apa yang akan terjadi pada dua anak muda itu ketika disatukan dalam organisasi yang sama. Semakin dekat, atau justru semakin jauh?
Todos os Direitos Reservados

1 capítulo

Inscreva-se para adicionar School romance à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#63cintamanis
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Kapten Hati cover
Ketua OSIS (HIATUS) cover
DILEMA CINTA [END] COMPLETED cover
ARSYA ✔ cover
perjodohan rakmal cover
Leader vs Leader  cover
My Rekan OSIS My Love(End) cover
OSIS OR OH SHIT?! cover
Unexpected Love Story cover

Kapten Hati

7 capítulos Concluída

Namira Anastasia gadis remaja yang berasal dari keluarga sederhana dan Namira harus berjuang dalam kerasnya hidup. Namira berusaha menjodohkan Tiara Nasya, sahabatnya dengan Muhammad Rizky yang memang dari awal Tiara sudah mengagumi Rizky, hingga ia harus terlibat oleh perasaan yang rumit, Cinta. Namira tak mengerti mengapa ia harus jatuh cinta kepada pria itu, yang merupakan sahabat Rizky. Pria yang memiliki gelar Kapten esktrakulikuler Basket dan ketua OSIS sekolahannya. Muhammad Rama Fahrozi. Akankah cinta Namira terbalaskan? Atau hanya bertepuk sebelah tangan? "Aku tak dapat mencegahnya, jika kau tak bisa membalasnya tak apa. Cukup aku yang memiliki rasa ini, rasa tak terbalas ini, biar aku yang merasakannya." -Namira.