Everything For You

Everything For You

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 16, 2021
"Teman adalah 1000 orang yang datang di saat mereka membutuhkan kita. Pacar adalah 1 orang yang membuat kita melupakan 1000 orang itu. Sedangkan,Sahabat adalah mereka yang datang disaat kita sedang tidak baik baik saja,bahkan disaat titik terpuruk sekalipun." Bukan tentang kisah 'si romantis yang memikat hati'. Melainkan tentang 'orang yang menemani dari nol,akan kalah dengan cinta pertama.' Hey,ini cerita pertama aing yang baru terpublish,jadi maaf jika ada yang kurang jelas ataupun banyak typo yang bertebaran. Happy reading :)
All Rights Reserved
#131
rio
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • DRABIA [END]
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • DEAR LOVE
  • Possesive Playboy
  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • Clara Dan Arga
  • memory

(TAHAP REVISI) Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri. Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya. *** "Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya. "Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana. "Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?" "Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue," Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines