REDUP
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 30, 2021
JANGAN LUPA VOTE SEBELUM MEMBACA. Masa sekolah adalah masa yang sangat indah, apalagi di bangku SMA. Difase inilah banyak sekali yang merasakan apa itu RASA, apa itu SUKA, dan apa itu CINTA. Seorang wanita yang sangat mencintai sahabatnya, hanya bisa mengangumi tanpa memiliki. Disatukan oleh pendidikan dan dipisahkan oleh takdir Tuhan yang sudah ditetapkan. Rasa tidak pernah berbohong dengan apa yang datang, tak ada alasan untuk menolak. Rasa datang dengan sendirinya begitu pun dengan lukanya yang datang tanpa kita ketahui. 11 tahun, bukan waktu yang sebentar dalam menjalin persahabatan. Mustahil jika kita tidak pernah menyimpan rasa. 11 tahun pula lamanya ia memendam rasa, namun dipatahkan kembali oleh status yang ia jalankan yaitu persahabatan.
All Rights Reserved
#35
selina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • INDIRAKSA
  • F A K E ? [End]
  • Stay With You [END]
  • LYBLOP [✓]
  • ARDIRA [SELESAI]
  • Just Be Friend? [Completed]
  • Senja dan Angkasa
  • Aku Menyerah (COMPLETED)
  • Strong Girl Michella (END)

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines