I Will Be  The Main Caracter

I Will Be The Main Caracter

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
The Second Story by Rexalic The Transmigration Soul Theme Aku bukanlah aku. Aku tak bisa menjadi diri ku sendiri. Aku adalah miliknya. Semua yang kulakukan atas perintahnya. Tak ada bantahan. Tak ada penolakan. Yang harus kulakukan hanya menuruti perintahnya maka semuanya akan baik-baik saja. Seluruh aktifitasku, kegiatanku, dan hidupku, dikontrol olehnya. Jika Ia bilang tidak, maka tidak. Jika Ia bilang kerjakan, maka harus ku kerjakan. Bahkan jika perintahnya adalah mati, maka aku dengan patuh akan membunuh diriku sendiri dan mati. Karena aku adalah miliknya. Ciptaannya. Aku adalah bonekanya. Boneka dari sesosok makhluk tak dikenal dan tak tampak yang biasanya kusebut Papa. Namun kali ini, di tempat asing ini, tempat dimana Papa tak mengenaliku, aku akan hidup bebas. Bebas tanpa kekangan. Kehidupan yang kuhendaki, kuinginkan. Disini, aku akan menjadi diriku sendiri. Mengambil yang kuinginkan dan membuang yang tak kuperlukan. Aku tak akan peduli dengan apapun, saat ini, di sini, Aku. Akan. Hidup. Menurut. Keinginanku. “Persetan dengan alur, butterfly effect, atau apapun. Yang kuinginkan adalah menjadi karakter utama. Dan itu, akan terwujudkan. I’m The Main Character.“ Note : typo bertebaran
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐵𝑜𝑢𝑛𝑑 𝑇𝑜 𝑌𝑜𝑢
  • The Daughter of Villain {END}
  • Aku Hanya Mau Jadi Kentang! [END]
  • MAP OF THE SOUL: City of Dream (END)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • SOLO
  • I Just Do Everything I Want
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening

Hai guys ini cerita kedua aku tentang tranmigrasi 🤗 jangan lupa follow yah biar gak ketinggalan --- Hidup di dunia yang bukan miliknya adalah hal terakhir yang dia bayangkan. Awalnya, semuanya terasa seperti mimpi-sekolah baru, teman baru, dan kehidupan yang seharusnya berjalan biasa saja. Tapi ada sesuatu yang tidak beres. Ingatan yang tidak sepenuhnya miliknya, perasaan aneh yang sulit dijelaskan, dan nama yang terasa asing saat diucapkan orang lain. Lalu ada dia. Seseorang yang tidak seharusnya memperhatikan, tapi selalu ada. Tatapannya menusuk, seolah bisa melihat lebih dalam dari yang seharusnya. Senyum yang jarang muncul, tapi terasa berbahaya saat ditujukan padanya. Perhatiannya terlalu intens, seperti seseorang yang tidak akan membiarkan apa pun lepas dari genggamannya. Semakin dia mencari jawaban, semakin kusut benang yang mengikatnya. Dunia ini terasa nyata-terlalu nyata. Tapi satu pertanyaan terus menghantuinya: Apakah dia benar-benar hidup... atau hanya karakter dalam cerita yang bukan miliknya? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines