History Of Argo Manor

History Of Argo Manor

  • WpView
    reads 88
  • WpVote
    Stemmen 7
  • WpPart
    Delen 7
WpMetadataReadVoor volwassenenCompleet zat, jun. 5, 2021
WpInfo
Fictie
Historisch
"larilah amanda, jangan pedulikan aku!!" teriak james. Amanda ragu ragu meninggalkan james yang nyawanya diujung tanduk. Robert langsung menarik amanda setelah mendapat anggukan samar dari james. Trrtttt..dor. peluru itu tepat menembus pelipis james yang langsung terkulai. Amanda hampir pingsan melihat kakaknya dari kejauhan. Apa yang terjadi pada mereka. Perjalanan dan takdir menuntun mereka semakin jauh dan dalam. Kisah yang bukan seharusnya Untuk mereka menuntun mereka bertemu tuan eleanor, Sang elang hutan untuk membalas dendam terpendam selama ini.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Kalevi
  • After Rain (Selesai)
  • Nostagia dalam perjalanan  (TAHAP REVISI)
  • ALFAREZI [On Going]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • His Forgotten Lady
  • LOVE for TIME
  • Benalu [Terbit]

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen