Story cover for lost by bersinarm46
lost
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jun 03, 2021
Terkadang cinta butuh pengorbanan, butuh pengertian, butuh kelapangan dada untuk menerima setiap hasil akan keluar di depan nanti. Seorang lelaki dengan paras tampan yang sempat kehilangan seorang sahabat yang selalu mendengarnya bercerita dan tiba - tiba menghilang dari padangannya sejak 6 tahun yang lalu, pergi tanpa berpamitan dan kembali tanpa sapaan. 
	Apa yang akan dilakukan sang lelaki untuk mendapatkan hati sang perempuan? Akankah mereka bisa dekat seperti dulu waktu mereka masih bersama - sama. Akankah mereka bisa saling terbuka dengan perasaan masing - masing tau mereka akan menutupi setiap detail dari persaan masing - masing agar tidak melukai satu sama lain. 
	Diam bukan  berarti tak tahu, ribut bukan berarti tahu. Lalu apa yang harus mereka lakukan, bagaimana mereka bisa keluar dari labirin hati mereka? Bagaimana mereka bisa mencari hal tersebut? Mecintai seseorang terkadang membutuhkan tenaga yang sangat banyak, apalagi orang yang kita cintai, tidak peka dengan perasaan kita.
	Keluarga yang seharusnya mendukung dan menjadi tempat paling nyaman, seakan - akan menjadi asing bagi mereka. Akankan kebahagiaan itu datang dan menyambut mereka dengan indah? Atukah aka nada konflik yang menyakiti salah seorang dari mereka? Biar waktu yang menjawab semua yang mereka kerjakan, biarlah mereka bisa menunggu dengan sabar, tanpa tergesa - gesa.
All Rights Reserved
Sign up to add lost to your library and receive updates
or
#240lost
Content Guidelines
You may also like
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] by tiaxyl
28 parts Ongoing Mature
"Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You may also like
Slide 1 of 8
Shadow That Fades cover
Secret Admirer cover
Collateral Hearts - LingOrm ( END ) cover
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] cover
Erlangga cover
Traces in the Light  cover
If Only.. (Seandainya..) I LingOrm cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover

Shadow That Fades

3 parts Complete

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.