LEBUR
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 3, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Dasar anak pembawa sial!!" "Jalang sialan!!" "Anak tidak tau diuntung!!" . . . dan masih banyak lagi hinaan dan cacian yang diterima oleh seorag gadis bertubuh mungil dengan nama Kiara Prameswari. Kehidupannya yang stabil dan penuh keceriaan dikota wonogiri, solo menjadi berubah 180° setelah bertemu dengan keluarga kandungnya. Begitu banyak masalah bermunculan, mulai dari keluarga,sahabat, hingga percintaa. Menyebabkan kia putus asa dan memutuskan menjatuhkan dirinya kedalam derasnya sungai bengawan solo. Apakah kia benar-benar meninggal? Atau kia justru selamat dan menjalani hidup barunya? Entahlah hanya Tuhan yang tahu. Yuk simak kelanjutan kisahnya. Sebelumnya mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh,tempat,dan lembaga karena saya nulis cerita ini bener-bener dari imajinasi saya sendiri ya.
All Rights Reserved
#22
alim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Stay or Go
  • MY CRUSH - MAS SANTRI [ TERBIT NOVEL ]
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan
  • ALLAND
  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • I LOVE YOU✔
  • KIARILHAM【END】
  • MPG (MyPosesivGrlis)
  • Destiny

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines