DAY to DIE

DAY to DIE

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 3, 2023
WpInfo
Fiction
Mystery
Kematian janggal yang terjadi setiap malam Senin Kliwon, tak urung membuat orang-orang di desa Matan ketakutan. Teror demi terror menghantui mereka. Motif pembunuhan yang tidak diketahui selama berbulan-bulan, menyebabkan banyak korban yang bergelimpangan. Kematian yang tidak diketahui apa dan siapa penyebabnya, menjadikan misteri yang tak terpecahkan. Hingga tergabungnnya dua kubu secara diam-diam berhasil menjawab kebingungan semua orang Siapa dalang dibalik semua ini? Hanya di lapak DAY TO DIE, kalian akan mengetahui pelakunya!!!!!! -•••- Simpan lapak ini di perpustakaan kalian. Maka akan ku beri tahu siapa dia sebenarnya. Dengarkan aku, baca ini dengan seksama. JANGAN PERNAH MENGALIHKAN PANDANGAN KALIAN DARI LAPAK INI, ATAU DIA AKAN DATANG MENGHANTUIMU!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembali
  • MISSION IN SCHOOL 2 [END]
  • PETILASAN ALAS MEDI (COMPLETE)
  • Para Bajingan Dan Perempuan Gila [END]
  • WAKE ME UP[Battle With The Devil] SERIES I : LOST CHILD
  • MATA BATIN KEMBAR
  • Sudden Death Mystery
  • MISTERI DESA KALISADA [complete]
  • RUMAH BARU [complete]
  • KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete]
Kembali

Kurasakan hangat mentari menyentuh wajahku, membangunkanku dari tidur di perjalanan yang panjang. Aku sudah tak mempunyai urusan lagi dengan ibukota karena kuliahku telah selesai. Angin sejuk pagi hari masuk dari jendela bus yang sedikit terbuka, membelai rambutku yang tak begitu panjang. Kulihat di sekitarku tak ada orang selain aku dan sopir bus. Sedangkan di luar, pepohonan lebat berusaha menghalangi sinar mentari untuk mengenaiku. "Aku hampir sampai," kataku di dalam hati. Adikku pernah bercerita kalau di desa sudah banyak perubahan menjadi lebih maju. Aku jadi sedikit penasaran seperti apa desa yang kutinggalkan selama empat tahun itu. Ternyata desaku memang berubah, tak hanya pembangunan di mana-mana, namun aku disambut dengan kematian aneh beruntun yang tak diketahui penyebabnya. Pilihan ada di tanganku, apakah aku harus lari, atau aku tetap harus kembali?

More details
WpActionLinkContent Guidelines