Story cover for Better to try  by justtryfirst
Better to try
  • WpView
    LECTURAS 40
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 40
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado jun 03, 2021
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 

Assalamualaikum teman teman disini gue akan menceritakan sebuah pengalaman dari gue sendiri yang takut hal ingin "mencoba"tetapi di situ gue  takut banget dengan yang namanya "kegagalan" tetapi akhirnya gue berani mencoba tetapi... akhirnya tidak sesuai harapan ..

gue percaya sama Allah swt sudah menyiapkan yang terbaik buat gue, Rencana yang lebih baik dari gue yang udah gue susun-susun dari A-Z ternyata ga sesuai harapan dan Allah swt itu akan memberikan pertolongan kepada umatnya entah dari mana pokoknya ada ajah cuma kita ga menyadarkan itu..

Mau tau lebih lanjut? Yu baca 👇👇

semoga kalian suka cerita dari gue karna ini penting banget buat kalian yang lagi down / merasa allah swt itu ga adil jangan pernah berpikir seperti itu kita ber tawakal saja sama Allah swt dan percaya keajaiban- keajaiban yang di berikannya ..

Ohh ya guys doain gue ya gue pengen bgt jadi penulis terkenal dan pengusaha Amiin yallah


Ohh ya guys jika ada kata-kata  yang salah / typo Tolong Chat aja ya maklum manusia ga ada yang sempurna *hehe

JANGAN LUPA VOTE YA GUYS 🤗
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Better to try a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#260semangat
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula de Irwansight
51 partes Concluida
Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.
Romansa Mayor [ TERBIT ] de Hfhniaaa
23 partes Continúa
JUDUL SEBELUMNYA : FIGHTING STEP ⚠ CERITA INI HANYA BERSIFAT FIKSI ⚠ SPIRITUAL - ROMANCE ❗PERINGATAN❗ SIAPKAN HATI KALIAN!!! CERITA INI BANYAK MENGURAS EMOSI DAN AIR MATA!!! "Kamu bagaikan bidadari surga yang layak untuk diperjuangkan" _________________________ Ternyata memang benar, pertemuan pertama memang memberikan sebuah kesan yang berbeda. Begitu juga dengan Fatih. Pertemuan antara dia dengan seorang pengajar muda itu, ternyata menjadi awal kisah cintanya. Ditambah lagi dengan adanya sebuah perjanjian yang membuat hubungan mereka semakin dekat. Bagaimana akhir kisah cintanya? Akankah mereka bersama dalam sebuah ikatan halal? ••• "Kamu tahu langit dan bumi? Mereka tak akan pernah bisa bersama. Begitu juga dengan aku dan kamu, tak akan pernah bisa bersatu. Karena apa? Kita berbeda" ~ Salma Nazeefa Tsurayya "Izinkan saya untuk berjuang. Hingga waktu itu tiba, berikan saya jawabannya" ~ Fatih Mahesta Wiratama ••• 🚫DILARANG PLAGIAT🚫 Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan!!! Ambil manfaatnya buang mudharatnya (keburukannya) ! TESTIMONI : "Suka, Kak. Menghadirkan nasionalisme di hati❤" ~ @SriWahyuni369717 { Writer's } "Untuk pendapat.. udah pasti bagus ^^ feelnya sama seperti cerita-cerita sebelumnya, dapet.Tata bahasanya juga Masya Allah, sangat bagus. Tidak berbelit-belit.. " ~ @AlifahRa_ { Writer's } "Semua karya kamu bagus-bagus. Tentang militer itu favorit saya banget. Kayaknya yang ini lebih menantang ya. Dari awalan sampai chapter terakhir yang saya baca ini sukses bikin saya greget gitu.. Kata-katanya juga mudah dipahami. Perfect lah. Terus berkarya, semangaaaaaat -!!! " ~ @Zaa_Maharanii { Writer's } "Bagus ceritanya kk MasyaAllah... Dapet banget sampe kebawa emosi, mellow, seneng gitu ya Allah... Kayak cerita real beneran kk. Semangat berkarya kk : ) " ~ @alpukatgemoi { Reader's } © Copyright October 2021
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula cover
Self Injury's(complete)✔ cover
Ukhti Figuran (End) cover
Akhir Penantian Diujung Senja cover
Romansa Mayor [ TERBIT ] cover
takdir milik tuhan  cover
Paper Hearts cover
Friendzone? cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover
Lentera Hatiku cover

Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula

51 partes Concluida

Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.