MY SUNSINE (ELISA)

MY SUNSINE (ELISA)

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 15, 2021
"Halo kak el" "..." "Ih Risa sapa kok ngak di jawab sih" "..." "Kenapa kak El duduk di kursi roda?" "..." "Kok sendiri aja? Kakak sama siapa ke sini" "..." Anak laki-laki yang umurnya sekitar 10 tahun itu masih tetap diam dengan wajahnya yang datar. "Tuan muda ayo waktunya kita ke rumah sakit hari ini" "Kakak cepat sembuh yah, supaya bisa kejar-kejaran sama Risa" "Hmm" Setelah berbalik muncul senyuman tipis di wajah anak laki-laki itu. "Tunggu aku Risa" batin El ............. Ceritanya murni dari pemikiran aku sendiri, kalau ada kesamaan itu bukan unsur kesengajaan. PLAGIAT MENJAUH. .............
All Rights Reserved
#173
licik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • Hidden love At School
  • An unexpected meeting
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • You Got It
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Different Page [Complete]
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • FEELING HAS CHANGED [ COMPLETED ]
  • 1 Rupa 2 Jiwa
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines