Lunara : Cinta yang hilang

Lunara : Cinta yang hilang

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 15, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
-Warning!!- [Bukan cerita terjemah] Apabila ada kesamaan, mohon maaf. Cerita ini, murni pemikiran saya. Bahasa yang di gunakan sedikit kurang baku dan kasar. Typo bertebaran. ~~ "Bang, kolam dalem gak?" Tanya Lunara. "Gak" jawabnya tanpa mengalihkan penglihatannya dari laptop. "Berape dalem?" Tanya Lunara. "Sedalem dalemnya gak bakal bikin lo mati" tukas Alex. ~setelahnya~ "Bang, bang. Kakiku keram" rintih Lunara. Alex pun memijat mijat kedua kaki Lunara yang keram. Sesekali Lunara merintih kesakitan. "Apa lo ingin mati, hah?" Tanya Alex dengan dingin. Lunara terharu, Alex ternyata memerhatikan dirinya yang hampir saja mati tenggelam di kolam renang rumahnya sendiri. Bukankah itu gila jika benar terjadi?. "Merepotkan saja" desis Alex. Fix, sepertinya Lunara tidak bisa berpikir positif tentang abang abangnya. Ternyata pemikirannya benar saja. Gue kira, bang Alex khawatir. Nyatanya dia gak mau kerepotan ama mayat gue ntar, batin Lunara. "Kan abang yang bilang, sedalem dalemnya gak bakal bikin mati. Lah, abang liatkan, gue hampir tinggal nama bang!" Tuntut Lunara. "Tu, lo nya aja yang gak pemanasan. Main nyemplung aja kaya kodok" ketus Alex. Yuk, Lanjuttt... 4.6.21 #sekolah #fiksiremaja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • dimana janji tersebut
  • about us and him ✔️
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • JAM 3 SORE
  • Arsyilazka

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines