FAJRI
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 5, 2021
Cukup lelah bagi Syafiq untuk menghadapi tingkah seorang sahabat yang sudah mengganggu hidupnya semenjak kecil. 13 Tahun hidup dengan atap rumah yang berdampingan, bermain hingga berbagi tawa dan duka secara bersamaan. Rasa? Tentu saja ada. Seperti kata orang-orang, "persahabatan antara laki-laki dan perempuan pasti akan selalu melibatkan perasaan". Siapa? Nanti, kalian akan mengetahuinya 😉. " Heh, kenalin ini kembaran gue" ucap Fajrina dengan suara khas ngegasnya. " Hallo, aku Fajria Rifanda. Panggil saja Fajri" sahut perempuan yang tidak lain adalah kembaran Fajrina. Masih dengan rasa tidak percaya, Syafiq mengedip-ngedipkan matanya. Benarkah Fajrina mempunyai kembaran?. " Ya Allah, ngadepin 1 Fajri aja bikin stress, apalagi kalau 2? Hamba nggak kuat Ya Allah" jawab Syafiq dengan nada alay ciri khasnya. " Eh kampret emang lu ya!" Sahut Fajrina sambil menyentil pundak Syafiq. Syafiq meringis, " Muka sama, panggilan sama, cara berpakaian sama, tinggi sama, astaghfirullahal'adziim, jangan sampai sifat kalian sama juga!" keluh Syafiq sambil menepuk jidatnya. Kedua wanita didepannya saling berhadapan dan menyunggingkan sebuah senyuman yang sulit diartikan bagi Syafiq. Pandangan Syafiq memudar, semua berubah menjadi hitam seketika. Sepertinya, kehadiran 2 Fajri akan semakin memperkeruh pikirannya. Gimana-gimana? lanjut nggak? lanjut nggak? lanjut nggak??? Don't copy paste!!!
All Rights Reserved
#878
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Halal Kita[On Going]
  • Kahfi dan Yumna 2
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Pahala Surgaku✓
  • LOVE STORY QIANARRA
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • jodoh dari allah
  • SERIBU HADITS✓
  • Love Story In Friendship [End]

Aiza Chafiya Laila Jannahti. Gadis itu biasa dipanggil Aiza. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, memiliki dua adik laki-laki yang masing-masing berusia 13 tahun dan 8 tahun. Sejak kecil, Aiza dikenal sebagai anak yang lembut, taat, dan penuh tanggung jawab-terutama sebagai kakak sulung di keluarganya. Kisahnya dimulai ketika ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Fattah, sebuah pesantren yang menjadi pilihan keluarganya. Bukan tanpa alasan, keluarga pengasuh pesantren-Kyai dan Nyai-telah lama menjalin hubungan dekat dengan keluarga Aiza. Kedekatan itu membuat keputusan tersebut terasa tepat, meski tetap saja berat. Tidak mudah bagi Aiza untuk meninggalkan pesantren milik kakeknya sendiri, tempat yang sudah akrab dengan segala kenangan masa kecilnya. Lingkungan baru, aturan baru, dan orang-orang baru menjadi tantangan yang harus ia hadapi dengan hati yang lapang. Di hari-hari pertamanya di Pesantren Nurul Fattah, Aiza dipertemukan dengan tiga gadis yang kelak menjadi sahabatnya: Chika yang ceria, Ayu yang kalem, dan Rahmana yang dewasa. Bersama mereka, Aiza belajar tentang arti persahabatan, kesabaran, dan perlahan... tentang rasa yang tumbuh tanpa diminta. Di balik lantunan ayat suci dan doa-doa yang dipanjatkan setiap malam, ada kisah yang sedang Allah rangkai. Kisah tentang perjuangan, tentang menjaga hati, dan tentang cinta yang tidak hanya sekadar rasa-melainkan niat suci untuk menuju halal. Inilah awal dari perjalanan Aiza. Tentang cinta yang dijaga, tentang rindu yang ditahan, dan tentang harapan yang dipasrahkan sepenuhnya pada takdir-Nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines