Selamat datang yang pertama!

Selamat datang yang pertama!

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 6, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Masa kanak-kanak. Siapa yang tidak ingin jika kembali kemasa tersebut? Satu kata, sangat mempesona. Saat dimana semua orang dimasa itu sangat lugu, bahkan orang-orang pintar maupun sukses juga melewati masa itu. Dimana banyak adegan yang masih membekas di ingatan saat dewasa. Saat-saat dimana kita seperti pemain utama dalam sebuah film petualang. Bermain tak kenal tempat, bermain tak kenal waktu. Masa dimana, mulai mengerti rasa suka kepada teman sepermainan. Kisah ini perlu kuabadikan disini, sebagai pengingat bahwa aku sudah beranjak sangat jauh dari masa kecilku. Hampir semua orang akan sampai pada masa, dimana mereka sangat sulit untuk mengingat... Mengingat semua keluarga, kerabat, dan latar yang telah mereka lukis bersama dengan semua orang yang mereka cintai. aku memutuskan untuk berusaha. Berusaha mengabadikan setiap momen dengan kamera yang kumiliki. Mencatat apa saja yang terlintas di kepalaku, mengenai kejadian hari ini. -Batavia 23 Mei 2013
All Rights Reserved
#715
perjalanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remembrance
  • To My 19-Year-Old
  • SMARA DIKTA
  • Ayesha Transmigration
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Jejak Waktu [Complete]
  • ALEYA~~
  • ANNISA {ON GOING}
  • ALZENA (THE GATE UNDER THE WATER)

"Jangan pernah menyakiti hati penulis atau kamu akan abadi dalam karyanya." Aku menyukai kalimat itu yang entah pernah lihat atau baca di mana. Tapi, tak pernah kupikir sebelumnya bahwa hal tersebut akan menimpaku. Aku tahu, aku bukan penulis. Aku hanya memiliki hobi menulis, dan memang sudah pernah menerbitkan salah satu karya. Namun, tak pernah kubayangkan akan membuat suatu kisah dari seseorang yang kini ku namai sebagai kenangan. Aku hanya ingin ia abadi dalam karyaku, walau tak bisa kumiliki di kehidupan nyata. Ingatanku tentangnya tak pernah hilang. Mungkin akan membekas seumur hidup. Namun, dia hanya kenangan, sedangkan, aku punya perjalanan yang layak ku abadikan juga. "Ada hal yang ingin ku ulang kembali, aku tidak ingin mengenalmu." _________ "Saat aku membaca bahwa jangan pernah menyakiti hati penulis, atau kamu akan abadi dalam karyanya. Dan, ketika memutuskan untuk menuliskan kisah tentangnya, aku memang membencinya, tapi aku ingin mengenangnya." ---------- Cover by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines