Rain Drop

Rain Drop

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Indonesia menjadi penuh dengan kenangan hitam bagi Kirana semenjak sang ibu pergi. Kirana yang melihat sang ibu tengah menikmati senja di dalam sebuah bathub berisi darah dan sabun. Sebuah pisau menjadi saksi senyum sang ibu mengembang sempurna. Damai dan bahagia. Semenjak itu, Kirana ikut pergi Bersama darah-darah sang ibu yang mengalir tanpa tujuan. Tenggelam dalam liang kegelapan. Kirana tidak pernah mengerti, alasan sang ibu meninggalkannya sendiri. Yang ia tahu, semenjak kepergian sang ibu, seorang wanita sering berkunjung menemui ayahnya dan berakhir mereka pergi bersama.
All Rights Reserved
#551
iu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • Luka dan Malam [END]
  • Whisper of letting go (Ending)
  • The Blooming Lady [completed]
  • Never Over [Completed]
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Planet Tanpa Nama (18+)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Promise

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines