Pernikahan Imitasi (18+)

Pernikahan Imitasi (18+)

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 18, 2021
"Ra, gue minta bantuan lo. Mau nggak nikah sama gue?" "Elo minta anak perempuan orang buat nikah sama elo dengan cara gini? Ogah. Minta dengan cara yang bener, dong." "Kan, buat sementara aja, Ra? Gue juga yakin elo nggak mau nikah sama gue." "Jadi, ceritanya ini perjanjian gitu? Nikah kontrak? Atau nikah apa?" "Ya, semacam itu, lah. Entah apa namanya, intinya kita nikah sebatas nikah aja, simbolis aja, kenyataannya enggak. Abis masa kontrak kita cerai. Selesai. Done! Gimana?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Más Tarde 《END》
  • DIKANESHA
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • NISKALA 2 CINTA
  • 6 Month Contract
  • Way To You (END)
  • pertengkaran berujung perjodohan [end]
  • Where's Home

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines