SyiFauzi
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 6, 2021
"Bang Zi" panggil Syifa. Fauzi menoleh dan menatap Syifa sendu. "Fa, tolong jangan t-" ujar Fauzi terpotong oleh Syifa "Maaf Bang" Syifa menundukan kepalanya "Syifa Ikhlas kok. Abang harus tanggung jawab!" Syifa Mengusap air matanya kasar lalu memaksakan senyumnya di hadapan Fauzi. "Fa, tolong tetap di sisiku. Aku mohon" ujar Fauzi frustasi. "Maaf Bang. Abang aja nggk yakin dengan diri kamu sendiri, apalagi aku Bang" akhirnya tangis Syifa yang sejak tadi ia tahan pun keluar. "Fa" tangan Fauzi terulur untuk mengusap air mata Syifa yang mengalir deras di pipinya namun Syifa menghindar. "Sekali lagi maaf Bang. Aku pamit" Asyifa mundur tiga langkah lalu membalikkan tubuhnya dan berlari meninggalkan Fauzi yang tengah dilanda rasa amarah, sedih, dan frustasi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • For You Smile ✔
  • Bukan Cerita Kita
  • Sebuah Takdir
  • Guru Killer Siswi Keder 《proses Revisi》
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • DeKaNa (END)
  • Xyzie Andrean

"Gue akan ngelakuin apapun, demi buat Lo selalu senyum" ucap Afif sambil menarik dua ujung bibir Fisya agar tersenyum. Tidak ada niat khusus baginya, Ia mengatakan hal itu untuk menenangkan Fisya. Ia peduli dengan Wanita di depannya ini. Fisya merasa bahagia. Ia akui, kalau Ia mulai mencintai Afif. Lelaki baik hati yang telah menyelamatkan nyawanya empat bulan yang lalu. Sekarang lelaki itu juga telah banyak membantunya. Ia memegang perutnya yang sudah buncit Itu. Ia terharu dengan Ucapan Afif. Di saat ada orang lain menghancurkannya justru Afif datang untuk memberi semangat baru di kehidupan Fisya. "Makasih Afif. Fisya seneng bisa kenal sama Afif" cicit Fisya menatap Afif dalam. Ia tersenyum ke arahnya. Ia ingin sekali menyatakan rasa, namun Ia tau diri. Ia hanya perempuan biasa yang tak punya keistimewaan apapun yang bisa membuat Afif suka padanya. "Nah, Gitu dong. Jadi cantik lagi deh" Ucap Afif lagi. Ia kemudian berjongkok dan menatap perut Fisya. "Jadi anak yang baik, Yah. Biar bisa bikin Mama kamu senyum terus" Afif mengelus perut Fisya kemudian sekilas mencium perutnya. Walaupun Afif bukan siapa-siapa dari anak yang di kandung Fisya, Ia selalu memberikan perhatian layaknya keluarga. Kalau mau lebih lengkap, baca dulu: -SMA Udah Nikah -Please Papa Jangan salahin Aku Kalau nanti bingung, Yah:) _Cicaaaaa🌻

More details
WpActionLinkContent Guidelines