Hanya Luka & Aku Bisa

Hanya Luka & Aku Bisa

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 5, 2021
Tantangan Menulis Bersama Anggara Reswara Literation Nama Peserta: AnggunFariyanti Tema: Bullying "Selalu mengerti tanpa dimengerti" Penggalan satu kalimat cocok untuk kehidupan Maya. Dimana ia hanya memiliki kakanya untuk bersandar,tak menutup kemungkinan juga ia menyembunyikan banyak luka dari kakaknya itu. Orang tua yang sifatnya berubah drastis membuat banyak masalah datang kepadanya. Semua ada masanya. Yang sakit akan pulih,dan yang hidup akan mati.
All Rights Reserved
#38
tantanganmenulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Missing You (COMPLETED)
  • Majananta
  • Aksara Kanarga : New
  • Waktu?
  •  Istri Untuk Anak Manja (End)
  • Shadows of the Main Story
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI

"Kamu itu nyata, tapi tak terlihat ada." ~Maharani~ Kamu hanyalah ilusi terbesar bagiku. Orang lain tak bisa melihatmu, tapi aku bisa menemukan kehadiranmu di sisiku. Kamu hidup, tapi tak pernah terlihat. Kehadiranmu ada, tapi tak bisa di rasakan oleh mereka. Mungkin bagi mereka ini hanyalah halusinasi belaka, tapi bagi kita ini adalah suatu hal untuk membuktikan fakta yang sebenarnya. Bagaimana jadinya jika kita jatuh cinta pada makhluk tak kasap mata? Mungkin ini adalah suatu hal yang mustahil tapi memang begitu kenyataannya. Maharani adalah seorang gadis yang hidup dengan keluarga yang berantakan. Kedua orangtuanya ada, tapi tak pernah memperdulikan dirinya. Sampai suatu ketika ia merasakan kehancuran dalam hidupnya. Membuat ia tak sanggup untuk hidup dan berniat mengakhiri hidupnya, tapi itu semua ia urungkan ketika sosok pria memberinya dukungan juga menolongnya dari kematian. Pria itu adalah Fajar Ragardan. Pria ramah dan dingin yang selalu ada untuknya. "Mereka tak salah, tapi fakta yang kamu tak tahu adalah, bahwa keberadaan diriku tak pernah nyata." ~Fajar Ragardan~ Semua ini memang tak nyata, hanya ada roh yang menjalar, namun tak menetap di satu sisi yang memang nyata. Ketika cinta terbit, apa seorang wanita yang selalu membuat masalah akan menyadari, bahwa pria yang membuat dirinya lebih hidup nyata? Atau justru kesedihan yang akan memisahkan mereka berdua?

More details
WpActionLinkContent Guidelines